Kondisi Terkini Gunung Semeru: Masih Awas, Warga Diimbau Tak Aktivitas di Sungai

warga disarankan menjaga jarak dari jalur awan panas, menghindari aktivitas di daerah aliran sungai yang menjadi jalur luncuran material vulkanik. PVMBG menyimpulkan aktivitas Semeru masih berada pada tingkat yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 24 November 2025, 12:33 WIB
kondisi terkini gunung semeru masih berstatus awas. (PVMBG)

Liputan6.com, Jakarta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan, status Gunung Semeru hingga Senin (24/11/2025) pagi masih berada pada Level IV atau Awas.

Status ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dan dinamis. Sehingga seluruh rekomendasi keselamatan wajib dipatuhi warga. Terutama yang bermukim maupun beraktivitas di sekitar sektor tenggara gunung.

Warga yang berada di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk selalu menggunakan masker sebagai langkah pencegahan terhadap paparan abu vulkanik dan partikel berbahaya dari awan panas.

Abu vulkanik yang terbawa angin dan hujan dapat masuk ke saluran pernapasan, berisiko menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan kronis.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah menekankan, meski erupsi masih berlangsung, warga tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman jika mematuhi protokol keselamatan.

“Penggunaan masker secara rutin saat berada di zona terdampak dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat partikel abu vulkanik dan mencegah ISPA,” ujarnya.

Selain masker, warga disarankan menjaga jarak dari jalur awan panas, menghindari aktivitas di daerah aliran sungai yang menjadi jalur luncuran material vulkanik. Warga diimbau segera melapor ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk, sesak napas, atau gejala ISPA lainnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama tim medis dan petugas lapangan terus memantau kondisi masyarakat dan memastikan ketersediaan masker serta perlengkapan kesehatan di posko-posko pengungsian maupun titik rawan terdampak. 

Dengan langkah ini, keselamatan dan kesehatan warga tetap menjadi prioritas utama, sekaligus menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Kondisi Terkini Gunung Semeru

Dalam laporan resmi periode pengamatan 24 November 2025 pukul 00.00–06.00 WIB, PVMBG mencatat kondisi cuaca di kawasan Semeru berada pada situasi berawan hingga mendung dengan suhu udara 21–22°C. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, arah yang penting diperhatikan karena dapat menentukan sebaran abu vulkanik apabila terjadi letusan lanjutan

Pengamatan visual menunjukkan asap kawah bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas sedang. Kolom asap terpantau menjulang setinggi 500–1.000 meter dari puncak kawah. Namun, mayoritas waktu puncak gunung tertutup kabut, sehingga pemantauan visual sering bergantung pada instrumen seismik.

Melalui alat pemantau kegempaan, PVMBG merekam 44 gempa letusan, mengindikasikan aktivitas erupsi yang masih menerus. Selain itu, tercatat satu gempa hembusan yang menandakan adanya dorongan gas dari dalam kawah. Tiga gempa tektonik jauh juga terekam dengan amplitudo 3–30 mm dan durasi panjang, yang berpotensi memberi pengaruh pada kestabilan tubuh gunung.

 

Aktivitas Semeru Perlu Kewaspadaan Tinggi

Berdasarkan keseluruhan parameter visual dan seismik tersebut, PVMBG menyimpulkan aktivitas Semeru masih berada pada tingkat yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi jalur luncuran awan panas dan aliran lava, terutama di Besuk Kobokan dan sekitarnya.

PVMBG menekankan pentingnya kepatuhan warga terhadap seluruh rekomendasi keselamatan agar tidak terjadi risiko tambahan. Informasi resmi mengenai perkembangan Semeru hanya merujuk pada rilis PVMBG dan BPBD untuk memastikan masyarakat menerima data yang valid dan mencerahkan. Informasi lanjutan akan segera disampaikan apabila terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas gunung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya