Prabowo Gelar Rapat Terbatas Malam Hari di Hambalang, Bahas Kawasan Ilegal Sulit Dijangkau Aparat

Teddy mengatakan, pertemuan yang berlangsung pada libur akhir pekan ini berlangsung sejak siang hingga malam dan membahas agenda strategis di bidang kehutanan serta pertambangan.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 24 November 2025, 00:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri d kediamannya di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor. (Istimewa)

 

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto mendadak menggelar dalam rapat terbatas di kediamannya, di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor,  Minggu 23/11/2025). 

Rapat tersebut  memfokuskan pembahasan pada penanganan kawasan-kawasan ilegal yang selama ini sulit dijangkau aparat.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan perlunya langkah terpadu lintas lembaga untuk memastikan penegakan hukum dapat dilakukan secara efektif di wilayah-wilayah rawan tersebut.

"Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 bahwa Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan bahwa pertemuan yang berlangsung pada libur akhir pekan ini berlangsung sejak siang hingga malam dan membahas agenda strategis di bidang kehutanan serta pertambangan.

Bahas Konsekuensi Hukum Aktivitas Ilegal

Teddy menyampaikan bahwa pertemuan membahas hasil kerja dan rencana tindak lanjut Satgas Penertiban Kawasan Hutan, penertiban kawasan pertambangan, serta konsekuensi hukum atas berbagai pelanggaran dan aktivitas ilegal di kedua sektor tersebut.

Rapat terbatas itu dihadiri sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Selain itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, dan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana.

Infografis keragaman hayati Hutan Adat Guguk. (Liputan6.com/Gresi Plasmanto)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya