Liputan6.com, Bangkok - Pengalaman makan unik dengan ikan-ikan yang berkeliaran di kaki selalu memikat pengunjung, tetapi hal ini bukan menjadi konsepnya sejak awal, karena restoran di Thailand telah direndam banjir sejak sungai di sekitarnya meluap 11 hari lalu.
Meski airnya keruh dan mengalir deras, pengunjung justru mengabadikan momen ini semakin menyenangkan sambil melempar makanan ikan. Restoran Pa Jit, yang berada di provinsi Nakhon Pathom berlokasi sekitar 30 kilometer dari Bangkok, telah berdiri di tepi sungai selama lebih dari 30 tahun, dilansir dari WTOP News, Senin (24/11/2025).
Advertisement
Banyak pengunjung menganggapnya sebagai sensasi baru dan ramai berkunjung dari melihat foto yang viral di internet oleh salah seorang pelanggan yang menunjukkan banyak ikan berenang bebas di restoran.
Pemiliknya, Pornkamol Prangprempree, mengatakan bahwa banjir yang terjadi sekitar empat tahun lalu membuatnya kesulitan untuk meneruskan bisnisnya, sehingga ia berpikir jika banjir kali ini akan mengalami nasib serupa.
Jadi Hiburan Keluarga
Seorang wanita yang berusia 29 tahun, Chomphunuth Khantaniti, mengungkapkan bagaimana restoran tersebut menjadi wisata menyenangkan bersama keluarganya.
"Saya pikir ini bagus karena kita bisa membawa anak-anak melihat ikan, sehingga mereka jadi tidak terlalu rewel," katanya.
Sementara itu, Bella Windy (63), merasakan sensasi geli pada kakinya dari gigitan ikan-ikan.
"Biasanya kalau airnya sangat tinggi, ikan-ikan pasti datang ke sini. Pengalaman alam di sini jadi daya tarik utama restoran ini dan tidak ada alasan lain untuk tidak menarik banyak orang datang," ucapnya.
Dampak Banjir
Pornkamol merasa bersyukur karena banjir kali ini justru membuat keuntungan berlipat ganda, dari sekitar 10.000 baht (sekitar Rp5,16 juta) menjadi 20.000 baht (sekitar Rp10,32 juta) per hari.
Namun, tidak semua orang bisa merasakan keberuntungan sepertinya. Banjir tersebut telah menghancurkan banyak daerah di Thailand, menewaskan 12 orang, dua lainnya hilang, dan berdampak pada lebih dari 480.000 orang di 13 provinsi.