Lawan Hoaks Seputar Bencana Gunung Semeru, Pemkab Lumajang Lakukan Ini

Meningkatnya aktivitas Gunung Semeru membuat masyarakat harus waspada. Namun sayangnya kewaspadaan masyarakat ini justru dimanfaatkan sejumlah oknum untuk membuat dan menyebar hoaks.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 22 November 2025, 16:00 WIB
Kerusakan rumah dan fasilitas umum ini tidak hanya diakibatkan oleh awan panas guguran, melainkan juga terjangan banjir lahar yang terjadi dalam tiga hari terakhir. Tampak dalam foto, warga menyelamatkan barang-barang dari sebuah rumah yang hancur akibat aliran piroklastik Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat 21 November 2025. (Agus Harianto/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Meningkatnya aktivitas Gunung Semeru membuat masyarakat harus waspada. Namun sayangnya kewaspadaan masyarakat ini justru dimanfaatkan sejumlah oknum untuk membuat dan menyebar hoaks

Itu sebabnya Pemerintah Kabupaten Lumajang meluncurkan kontra-narasi cepat untuk menangkal hoaks informasi terkait dengan bencana Gunung Semeru. Hal ini untuk meminimalisir hal negatif yang bisa terjadi di masyarakat. 

"Dalam dinamika darurat seperti saat ini, hoaks terbukti menyebar jauh lebih cepat dibandingkan informasi resmi. Perlu langkah cepat dan terarah dalam menangani hoaks kebencanaan yang marak beredar selama peningkatan aktivitas Gunung Semeru," kata Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono dilansir Antara. 

"Hoaks sangat berbahaya karena dapat memicu respons spontan masyarakat yang tidak terarah, mulai dari evakuasi mandiri yang tidak aman, penumpukan warga di jalur tertentu, hingga hambatan distribusi logistik penting. Karena itu, penanganan hoaks bukan sekadar membantah, tetapi memastikan publik kembali tenang dengan data faktual," katanya menambahkan. 

Ia menjelaskan Pemkab Lumajang menekankan bahwa kontra-narasi harus dilakukan seketika, jelas, dan menenangkan karena pendekatan itu tidak hanya meralat kesalahan informasi, tetapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap komando darurat. 

"Penjelasan lapangan, grafik status gunung, hingga laporan visual dari tim gabungan menjadi bagian dari strategi pemulihan persepsi publik. Di masa darurat, kepercayaan publik adalah aset terpenting. Dengan informasi resmi yang konsisten dan kontra-narasi yang tepat, masyarakat bisa tetap tenang dan mengambil keputusan yang benar," ujar Agus. 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya