Liputan6.com, Jakarta Sadio Mane pernah menjadi bagian dari trio paling menakutkan di Eropa saat membela Liverpool. Bersama Mohamed Salah dan Roberto Firmino, ia membentuk lini serang yang konsisten memberi mimpi buruk bagi pertahanan lawan. Kombinasi ketiganya membuat The Reds menjadi tim yang selalu punya ancaman dari segala sudut lapangan.
Trio ini bukan hanya produktif, tetapi juga harmonis dalam permainan cepat ala Jürgen Klopp. Mane, Salah, dan Firmino membangun reputasi sebagai tiga serangkai yang nyaris mustahil dihentikan. Mereka saling melengkapi satu sama lain, mencetak banyak gol, dan menjadi tulang punggung kesuksesan Liverpool dalam berbagai kompetisi.
Advertisement
Ketajaman trio ini semakin diperkuat oleh cara mereka membaca permainan. Mane dan Salah dikenal sebagai pasangan yang kerap bergantian menusuk ruang kosong, sementara Firmino menjadi penghubung yang lihai menjemput bola. Berkat kombinasi tersebut, Liverpool mampu memaksimalkan setiap serangan yang mereka bangun.
Namun, di balik sorotan terhadap trio tersebut, Mane rupanya menyimpan cerita lain. Dominasi mereka di lini depan memang tak terbantahkan, tetapi bagi Mane, hubungan terbaik di atas lapangan ternyata datang dari pemain yang berada jauh dari kotak penalti.
Mane Pilih Robertson sebagai Partner Terbaiknya
Sadio Mane mengejutkan banyak orang ketika mengungkap siapa partner terbaiknya selama berkarier. Ia menegaskan bahwa bukan Salah atau Firmino yang paling klop dengannya, melainkan Andrew Robertson. Mane menilai hubungan mereka di sisi kiri lapangan berjalan sangat alami sejak awal.
Menurut Mane, kombinasi dirinya dan Robertson terbentuk tanpa harus banyak dibangun melalui pembicaraan panjang. Keduanya langsung menemukan ritme permainan yang padu begitu sang bek kiri datang ke Liverpool. Dari overlap, tekanan tinggi, hingga perebutan bola, kerja sama mereka selalu berjalan konsisten.
Ia kemudian membeberkan pengakuannya kepada siniar Rio Ferdinand Presents. Mane berkata, “Orang-orang biasanya membicarakan tiga penyerang—saya, Bobby, Mo—tetapi jika Anda melihat [Andy] Robertson, Anda melihat kerja sama yang saling tumpang tindih dan hasrat untuk memenangkan setiap bola. Sungguh luar biasa," serunya, via talkSPORT.