Liputan6.com, Jakarta - Pemimpin Redaksi Bloomberg, John Micklethwait, memuji Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu negarawan besar Asia dan menyamakan kemampuannya berinteraksi dengan publik dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, serta Jacques Chirac.
"Sebagai politisi jalanan, saya akan menempatkannya sejajar dengan yang terbaik, seperti Bill Clinton dan Jacques Chirac," ujarnya dalam pidatonya pada acara Bloomberg New Economy 2025, Jumat (21/11/2025).
Advertisement
Ia menambahkan, Jokowi dikenal dengan gaya politik yang inklusif dan berharap pendekatan itu tetap bertahan dalam politik Indonesia setelah masa kepemimpinannya berakhir.
"Ia terkenal karena gaya politik yang sangat inklusif, yang kita semua berharap tetap bertahan di Indonesia setelah dirinya," kata Micklethwait.
Secara personal, Micklethwait mengaku sebagai jurnalis yang sering berinteraksi dengan banyak pemimpin dunia, dirinya melihat Jokowi sebagai sosok yang rendah hati dan memiliki kemampuan luar biasa membangun kedekatan dengan masyarakat di berbagai situasi.
Micklethwait juga menilai kemampuan Jokowi berinteraksi dengan masyarakat di ruang publik menjadi ciri kuat perjalanan politiknya, mulai dari pasar hingga pabrik.
"Anda bisa berjalan bersamanya di pasar, di pusat perbelanjaan, atau pergi ke pabrik, dan kemampuannya terhubung dengan semua orang adalah hal yang luar biasa. Jadi di sanalah ia berdiri, baik sebagai Presiden Indonesia maupun politisi jalanan, yang menurutnya, itulah yang menjelaskan dari mana ia berasal," tuturnya.
Micklethwait juga mengatakan Jokowi menonjol selama menjabat selama 10 tahun karena kemampuannya mendorong pembangunan berorientasi kepentingan nasional, tetapi tetap mampu menarik investasi asing dan menyeimbangkan hubungan geopolitik.
Jokowi Hadiri Bloomberg New Economy Forum di Singapura
Sebelumnya, Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Bloomberg New Economy Forum yang berlangsung di Singapura pada 19 hingga 21 November 2025. Kehadiran Jokowi dalam forum bergengsi ini bukan hanya sebagai tamu undangan, melainkan sebagai anggota Dewan Penasihat Ekonomi Baru (New Economy Advisory Board) tahun 2025.
Dalam struktur forum tahun ini, Jokowi bergabung dengan jajaran tokoh global terkemuka dalam Dewan Penasihat. Tokoh-tokoh tersebut antara lain Mario Draghi (Mantan Perdana Menteri Italia), Rishi Sunak (Mantan Perdana Menteri Inggris), dan Gina Raimondo (Mantan Menteri Perdagangan AS).
Berdasarkan undangan yang diterima Liputan6.com, Kamis (20/11/2025), forum tahun ini mengusung tema "Thriving in an Age of Extremes". Para pemimpin sektor publik dan swasta akan berkumpul untuk menganalisis pergeseran dramatis dalam ekonomi global, mulai dari evolusi kecerdasan buatan (AI) hingga kebangkitan proteksionisme dan geopolitik.
Bloomberg New Economy Forum 2025 dirancang untuk mengeksplorasi isu-isu kritis melalui pilar editorial utama, termasuk disrupsi teknologi, transisi energi, dinamika finansial, dan risiko iklim. Acara ini akan dihadiri oleh komunitas yang terdiri dari 500 pemimpin berpengaruh yang berkomitmen membangun masa depan yang berkelanjutan dan inklusif.
Lokasi utama forum ini bertempat di Capella Singapore Hotel, sementara beberapa agenda sosial diadakan di lokasi strategis lainnya di Singapura.
Agenda Padat Jokowi di Singapura
Berdasarkan jadwal yang dirilis, Jokowi memiliki serangkaian agenda penting selama berada di Singapura:
Rabu, 19 November 2025:
Government VIP Breakfast: Jokowi dijadwalkan menghadiri sarapan yang dipandu oleh Michael R. Bloomberg pada pukul 07:00 pagi. Acara ini bertujuan untuk menghubungkan para pemimpin sebelum sesi pembukaan dimulai.
Gala Dinner: Pada malam harinya, Jokowi akan menghadiri jamuan makan malam di The Clifford Pier, The Fullerton Bay Hotel. Acara ini terbuka untuk liputan media dan akan menampilkan wawancara langsung antara Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Pemimpin Redaksi Bloomberg John Micklethwait.
Kamis, 20 November 2025:
Leadership Dinner: Jokowi diundang dalam makan malam tertutup yang dihadiri oleh pimpinan Bloomberg dan anggota Dewan Penasihat. Makan malam ini merupakan salah satu kesempatan keterlibatan tingkat tertinggi dalam forum tersebut.
Jumat, 21 November 2025:
Closing Address: Jokowi diusulkan untuk memberikan pidato penutup serta sesi percakapan pada pukul 12:20 siang sebagai puncak dari rangkaian acara forum hari ketiga.