Inggris Siapkan Dukungan untuk Ekonomi Digital ASEAN, Termasuk Tata Kelola AI

Dubes Helen Fazey menyebut ASEAN adalah lembaga yang jauh lebih ambisius dibandingkan 10 tahun lalu, terutama di bidang digital.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 21 November 2025, 16:02 WIB
Duta Besar Inggris untuk ASEAN Helen Fazey pada Jumat (21/11/2025) menilai transformasi digital di ASEAN berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, ditandai kemajuan teknologi transportasi, pembayaran digital, hingga layanan ekonomi berbasis aplikasi (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Inggris menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi digital dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk dukungan pada tata kelola kecerdasan buatan (AI) dan integrasi sistem pembayaran kawasan.

Hal itu disampaikan Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Helen Fazey, dalam pertemuan dengan media pada Jumat (21/11/2025).

Helen Fazey menilai transformasi digital di ASEAN berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, ditandai kemajuan teknologi transportasi, pembayaran digital, hingga layanan ekonomi berbasis aplikasi. Perubahan tersebut, ujarnya, menjadi peluang besar yang harus diimbangi kebijakan dan tata kelola yang kuat.

“ASEAN sekarang adalah lembaga yang jauh lebih ambisius dibandingkan 10 tahun lalu, terutama di bidang digital,” kata Fazey.

Dukung Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN

Pada level regional, Inggris mendukung penyusunan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA), yang disebut menjadi tonggak penting masa depan ekonomi kawasan. Perjanjian ini tengah dimatangkan oleh Malaysia, dan diharapkan dapat diteruskan dan diterbitkan oleh Filipina tahun depan.

Menurut Fazey, DEFA akan menjadi landasan integrasi digital yang menyatukan standar data, transaksi digital, e-commerce, keamanan konsumen, hingga aliran data lintas negara.

Inggris telah membantu pada tahap awal dengan memberikan pelatihan kepada para negosiator ASEAN. “Setelah perjanjian selesai, kami akan melihat area spesifik yang dapat kami bantu implementasinya,” ujarnya.

 

AI Akuntabel dan Infrastruktur Digital Jadi Perhatian

Duta Besar Inggris untuk ASEAN Helen Fazey pada Jumat (21/11/2025) di Jakarta, menyebut ada empat program yang disiapkan untuk menangani Scam Centre di kawasan ASEAN (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Dubes Fazey menegaskan bahwa dukungan Inggris nantinya tidak hanya mencakup penyusunan aturan, tetapi juga pembangunan kapasitas tata kelola AI, agar teknologi tidak hanya berkembang cepat, tetapi juga bertanggung jawab secara etika dan hukum.

  • Dukungan tersebut kemungkinan mencakup:
  • Penguatan tata kelola AI akuntabel dan transparan
  • Pelatihan teknis penggunaan AI untuk pemerintahan
  • Standarisasi keamanan data dan privasi
  • Perlindungan konsumen dari penyalahgunaan teknologi digital

Menurut Dubes Fazey, tata kelola AI harus diprioritaskan sejak awal agar tidak menimbulkan kesenjangan, eksploitasi data, atau ketimpangan akses. Upaya Bersama untuk Kawasan yang Lebih Aman

Inisiatif Inggris menandai meningkatnya perhatian internasional terhadap keamanan digital Asia Tenggara. Jika berhasil, program ini dapat membantu negara ASEAN memperkuat kebijakan keamanan digital, melindungi ekonomi masyarakat, serta menghentikan eksploitasi orang yang dipaksa bekerja dalam jaringan kriminal.

Melalui kolaborasi regional, Inggris berharap Scam Centre dapat dipersempit ruang geraknya—dan Asia Tenggara menjadi kawasan digital yang lebih aman bagi semua.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya