SGRO Lepas 100% Saham National Sago Prima, Nilainya Jumbo

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) jual PT National Sago Prima (PTNSP), tapi masih ke pihak afiliasi. Nilai pelepasan ini cukup besar.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 21 November 2025, 11:15 WIB
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menegaskan bahwa transaksi pelepasan entitas anak ini bukan merupakan transaksi benturan kepentingan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) melakukan langkah strategis melalui divestasi penuh atas entitas anaknya yang bergerak di usaha Hutan Tanaman Industri (HTI) komoditas sagu, PT National Sago Prima (PTNSP). Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui penjualan 100% saham PTNSP senilai total Rp 316,01 miliar kepada pihak afiliasi.

Divestasi ini merupakan bagian dari restrukturisasi internal perseroan guna memperkuat fokus bisnis inti di sektor kelapa sawit serta meningkatkan efisiensi operasional.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/11/2025), transaksi dilakukan melalui dua entitas anak SGRO, yakni PT Sampoerna Bio Fuels (PTSBF) dan PT Sungai Menang (PTSM), yang masing-masing melepas 99,66% dan 0,34% saham PTNSP.

Saham-saham tersebut dijual kepada Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. (SARPL) dan PT Sampoerna Strategic (PTSS), yang keduanya merupakan pihak afiliasi pengendali.

Berdasarkan keterbukaan informasi, PTSBF menjual 2.859.900 saham PTNSP senilai Rp 314,93 miliar, sementara PTSM melepas 9.800 saham dengan nilai Rp 1,07 miliar. Akta jual beli ditandatangani pada 19 November 2025.

 

SGRO Pastikan Tak Ada Benturan Kepentingan

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Perseroan menjelaskan bahwa langkah divestasi ini ditempuh karena belum terdapat pihak eksternal yang bersedia mengambil alih bisnis sagu, sehingga penjualan dilakukan kepada pihak afiliasi.

SGRO juga menegaskan bahwa transaksinya bukan merupakan transaksi benturan kepentingan dan telah mengikuti prosedur yang berlaku dalam POJK 42/2020.

Dalam dokumen pendukung, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rengganis, Hamid & Rekan memberikan nilai pasar PTNSP sebesar Rp 303,01 miliar. Selain itu, KJPP Kusnanto & Rekan menyatakan transaksi tersebut wajar dari sisi keuangan.

 

Total Aset SGRO Turun

Dampak proforma menunjukkan bahwa total aset SGRO setelah transaksi turun 2,58% menjadi Rp 10,04 triliun, sedangkan ekuitas turun 4,08% menjadi Rp 5,86 triliun. Tidak terdapat pengaruh terhadap laba rugi periode berjalan.

Manajemen menyebut divestasi bisnis HTI diharapkan dapat memperkuat likuiditas, arus kas, dan permodalan perseroan sehingga mendukung fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai lebih strategis dan menguntungkan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya