Jembatan Darurat di Sukabumi Putus Diterjang Luapan Sungai, Warga Harus Cari Jalur Alternatif

Jembatan darurat yang menghubungkan Kecamatan Warungkiara dan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terputus total akibat diterjang luapan Sungai Cicareuh pada Kamis (20/11/2025).

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 20 November 2025, 20:09 WIB
Jembatan darurat yang menghubungkan Kecamatan Warungkiara dan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terputus total. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Akses utama yang menghubungkan Kecamatan Warungkiara dan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terputus total setelah jembatan sementara yang dibangun warga di Desa Tarisi hanyut diterjang luapan Sungai Cicareuh pada Kamis (20/11/2025).

Jembatan darurat dari bambu tersebut tak mampu menahan debit air yang sangat deras menyusul hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Padahal, jembatan ini merupakan satu-satunya jalur penghubung penting bagi ratusan warga Desa Tarisi dan Hegarmanah, yang kini harus mencari jalan alternatif dengan jarak yang jauh lebih memutar.

​“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Jembatan penghubung sementara Bantargadung–Tarisiz Warungkiara putus. Bagaimana warga masyarakat Desa Tarisi dan Hegarmanah untuk melintas? Jembatannya sudah tidak ada, terbawa arus,” ujar Kepala Desa Tarisi, H. Sutendi, menyampaikan kekecewaannya melalui unggahan video saat meninjau lokasi, Kamis (20/11/2025).

​Jembatan bambu itu sengaja didirikan sebagai solusi sementara sambil menanti rampungnya proyek jembatan permanen yang dikerjakan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi.

​Namun, proyek pembangunan jembatan permanen tersebut mengalami keterlambatan signifikan. Sudah tiga bulan berjalan sejak Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan pada 7 Agustus 2025, tetapi konstruksi jembatan belum juga selesai. 

 

Minta Pembangunan Jembatan Dipercepat

​Ia secara khusus mendesak agar proyek jembatan permanen dipercepat, mengingat kebutuhan mendesak masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, sekolah, dan mengangkut hasil pertanian.

​"Ini jembatan yang lagi dibangun tolong disegerakan, kasihan warga semuanya. Ini sudah tiga bulan belum selesai-selesai. Sekarang warga saya mau lewat mana?,” tambahnya.

​Mengingat situasi darurat ini, Pemerintah Desa Tarisi mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh warga.

​“Diimbau untuk tidak melintas hari ini dan besok sampai selesainya proyek jembatan, karena kami sudah tidak punya jembatan sama sekali,” jelasnya.

​Ia berharap pihak terkait segera menyelesaikan jembatan tersebut agar akses warga Desa Tarisi dan Hegarmanah bisa kembali normal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya