Thibaut Courtois Buka-bukaan Soal Ucapan Kontroversial Lamine Yamal Jelang El Clasico

Thibaut Courtois menilai komentar Lamine Yamal jelang El Clasico ikut memanaskan duel Real Madrid vs Barcelona, meski tetap memuji sang winger sebagai pemain hebat. Kiper Real Madrid itu menegaskan tidak ada masalah pribadi dengan Lamine Yamal dan menyebut semua yang terjadi hanyalah bagian dari rivalitas di atas lapangan.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 20 November 2025, 19:34 WIB
Kiper Real Madrid asal Belgia #01, Thibaut Courtois, bereaksi setelah memenangkan pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Real Madrid dari Spanyol dan Borussia Dortmund dari Jerman di stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, Minggu dini hari WIB (6-7-2025). (JUAN MABROMATA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Thibaut Courtois angkat bicara soal komentar Lamine Yamal yang sempat memanaskan jelang laga El Clasico. Kiper Real Madrid itu menilai ucapan pemain muda Barcelona tersebut ikut mengangkat tensi duel sarat gengsi itu.

Courtois menjadi salah satu sosok senior di ruang ganti Real Madrid yang merasakan langsung efek komentar Lamine Yamal. Meski begitu, ia tetap memandang pernyataan tersebut sebagai bagian dari dinamika rivalitas klasik antara dua klub raksasa Spanyol.

Laga El Clasico yang dimenangkan Real Madrid dengan skor 2-1 tak hanya panas di dalam lapangan, tetapi juga diwarnai cerita di luar pertandingan. Respons dari pemain, media, dan suporter membuat pernyataan Lamine Yamal semakin jadi sorotan.

Dalam sebuah wawancara, Courtois kemudian menjelaskan pandangannya secara lebih tenang. Ia menjabarkan bagaimana komentar itu memengaruhi atmosfer laga, tetapi juga menegaskan bahwa hubungan antarpemain tetap profesional di luar lapangan.


Komentar Lamine Yamal dan Panasnya El Clasico

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, merayakan golnya bersama rekan setimnya setelah melakukan penyelamatan atas tendangan penalti dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Arsenal di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Kamis dini hari WIB (17-4-2025). (AP Photo/Bernat Armangue)

Menjelang El Clasico, Lamine Yamal sempat melontarkan pernyataan kontroversial dalam sebuah acara promosi Kings League. Ucapannya yang menyebut Real Madrid sebagai pencuri langsung menjadi bahan pembicaraan luas di Spanyol.

Perkataan tersebut bukan hanya memicu reaksi dari publik, tetapi juga disebut tidak disukai di ruang ganti Real Madrid. Situasi itu ikut memanaskan duel yang pada akhirnya dimenangkan Los Blancos dengan skor 2-1.

“Bagi saya, Lamine adalah pemain hebat dan saya rasa ia akan menjadi pemain yang menandai sebuah era di Barca,” ujar Courtois kepada Partidazo de COPE.

“Tetapi pada akhirnya, ia berbicara dengan cara tertentu, dia sedikit memanaskan pertandingan dan jelas media langsung menyambut ucapannya itu,” imbuhnya.


Api Rivalitas yang Dibutuhkan Real Madrid

Pemain Real Madrid dan Barcelona bersitegang dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Courtois mengakui bahwa suasana panas seperti itu terkadang justru menjadi bahan bakar tambahan dalam El Clasico. Setelah serangkaian hasil buruk pada musim sebelumnya, Real Madrid dinilai membutuhkan kembali api untuk mengalahkan rival utamanya.

Ia menilai emosi dan adrenalin di laga sebesar itu bisa membuat para pemain mengucapkan hal-hal yang mungkin disesali belakangan. Namun, menurutnya, itulah yang membedakan El Clasico dari pertandingan biasa.

Lanjut Baca:

“Ketika kami benar-benar merasa sangat intens dan penuh adrenalin, terkadang Anda mengatakan hal-hal yang kemudian Anda sesali, ‘Yah, itu tidak perlu’,” kata Courtois. “Tetapi saya rasa itulah yang disebut Clasico. Terkadang kami juga membutuhkan atmosfer seperti itu dan saya pikir setelah tahun lalu kami kalah empat kali, kami juga butuh api dari seorang musuh lagi, dan kami harus mengejar mereka karena sekalipun mereka menang, mereka tidak menunjukkan rasa hormat kepada kami,” lanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya