Liputan6.com, Jakarta - Saham perusahaan teknologi mulai menunjukkan kestabilan. Sementara, saham yang berfokus pada aset kripto tengah berada di posisi yang berbanding terbalik imbas bitcoin. Saham-saham ini tercatat mengalami penurunan tajam pada Rabu, 19 November 2025 seiring dengan koreksi lanjutan dari harga Bitcoin dan aset kripto utama lainnya.
Dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (21/11/2025), saham milik penerbit stablecoin terkemuka, Circle, ditutup pada harga USD 69,72, turun hampir 9%. Sebelumnya, harga perusahaan tersebut sempat pulih setelah mengalami penurunan tajam lebih awal pada hari itu. Pada titik terendahnya, saham Circle sempat jatuh di bawah USD 69, yang merupakan level terendah sejak debutnya di Bursa Saham New York.
Advertisement
Strategy, perusahaan pengelola kripto treasury terbesar di dunia, menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak dengan total penurunan hampir 10%. Sementara, Bitmine Immersion yang berfokus pada jaringan Ethereum, turun 9,6%. Sharplink Gaming, perusahaan yang melacak pergerakan Ethereum, juga mengalami penurunan lebih dari 6%.
Namun, Circle, Strategy, dan Bitmine sempat pulih setelah jam perdagangan berkat laporan laba yang kuat dari Nvidia. Kinerja positif dari produsen raksasa chip AI ini mampu meredam kekhawatiran tentang valuasi perusahaan AI yang sempat membebani pasar saham berisiko tinggi.
Pergerakan Bitcoin
Dilansir dari Yahoo Finance, data dari CoinGecko menunjukkan Bitcoin baru-baru ini berada di kisaran harga USD 92.000, turun 2,7% dalam 24 jam terakhir.
Namun, selama jam perdagangan, harga Bitcoin sempat jatuh di bawah USD 88.600 untuk pertama kalinya sejak akhir April. Dalam setahun, harga Bitcoin tercatat telah mengalami penurunan hingga 4%. Penurunan ini hanya berjarak enam minggu dari pencapaian harga tertinggi sepanjang masa di atas USD 126.000.
Ethereum juga mengalami penurunan 2%, sementara XRP dan Solana turun masing-masing 4% dan 2%, meskipun ada kesuksesan pada exchange-traded funds (ETFs) berbasis token-token tersebut. Selain itu, tiga ETF baru yang melacak aset-aset tersebut juga baru saja diluncurkan.
Saham Penambang Bitcoin Turut Terdampak
Perusahaan-perusahaan penambang Bitcoin seperti MARA Holdings, Riot Platforms, dan CleanSpark mengalami penurunan harga saham antara 4% hingga 6,5%.
Dilansir dari Yahoo Finance, beberapa dari perusahaan ini telah mengalihkan sebagian sumber daya mereka untuk memenuhi permintaan jaringan komputasi sistem AI. Harga saham perusahaan-perusahaan tersebut sempat pulih setelah laporan laba yang kuat dari Nvidia,
Namun, meskipun terdapat pergeseran fokus ke AI dan mengalami pemulihan, harga saham mereka masih tercatat 40% lebih rendah dalam sebulan terakhir.
Sementara itu, Coinbase mencatat penurunan 1,8%. Pada Rabu, platform exchange Coinbase tampak memberi petunjuk tentang peluncuran fitur baru berupa pasar prediksi. Dalam unggahannya di platform X, perusahaan menyebutkan bahwa ini akan menjadi “era baru” bagi mereka, mengindikasikan adanya perubahan besar atau inovasi yang akan datang dalam layanan mereka.
Kepercayaan terhadap Kripto Menurun
Robinhood Markets menjadi satu-satunya perusahaan yang mencatat kenaikan signifikan sebesar 3,3%,, sementara Galaxy Digital naik tipis sebesar 0,7%.
Kepercayaan terhadap pasar kripto mulai menurun seiring dengan kekacauan pasar yang berlangsung. Sebuah survei pasar prediksi Myriad menunjukkan hampir 70% responden memperkirakan Bitcoin akan turun ke USD 85.000, sementara sisanya memprediksi pergerakan menuju USD 115.000, membalikkan tren yang terbentuk seminggu lalu.
CEO bursa kripto Zondacrypto, Przemysław Kral mengatakan kepada Decrypt melalui email, bitcoin memiliki potensi untuk turun lebih lanjut, di tengah ketidakpastian ekonomi yang semakin meluas. Termasuk harapan yang memudar untuk pemotongan suku bunga dari Federal Reserve.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.