Dampak Erupsi Gunung Semeru: Akses Jalan Ampelgading-Lumajang Ditutup Sementara

Polres Malang menutup sementara akses Ampelgading menuju Lumajang sebagai langkah antisipasi dampak erupsi Gunung Semeru.

oleh Zainul ArifinDiterbitkan 19 November 2025, 21:30 WIB
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 16.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 mdpl. (Liputan6.com/ Hermawan)

Liputan6.com, Malang Pihak Kepolisian Malang menutup sementara akses jalan Ampelgading, Malang menuju Lumajang, pasca terjadinya erupsi Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025).

Adapun, jalur lalu lintas dialihkan lewat jalur alternatif Malang–Pasuruan–Probolinggo-Lumajang.

"Ini semua antisipasi demi keselamatan warga sebab jalur dekat dengan kawasan terdampak," kata Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, saat dikonfirmasi. 

Menurut dia, penutupan jalur dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kepolisian juga selalu menunggu informasi perkembangan aktivitas erupsi Semeru dari otoritas berwenang.

"Jalur baru dibuka bila benar-benar sudah dinyatakan aman," tutur Bambang.

Dia menegaskan, Polres Malang terus berkoordinasi dengan Polres Lumajang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi lainnya.

Selain itu, lanjut Bambang, dua peleton atau 60 personel disiagakan, siap digerakkan setiap saat.

“Personel siap membantu di wilayah rawan terutama di Ampelgading yang berbatasan Lumajang,” kata dia.

Sementara, di sisi lain, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, sejauh ini belum ada laporan wilayah terdampak langsung erupsi Semeru. Namun semua personel kebencanaan disiagakan di perbatasan.

"Alhamdulilllah sampai malam ini semua wilayah aman," kata dia.

Warga di Zona Merah Gunung Semeru Mulai Mengungsi

Upaya evakuasi warga di kawasan rawan Gunung Semeru terus berjalan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya. Warga yang tinggal di zona merah menunjukkan kepedulian tinggi dengan segera mengikuti arahan pemerintah begitu imbauan evakuasi dikeluarkan.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, respons cepat masyarakat sangat membantu memperlancar proses penanganan darurat.

"Begitu imbauan disampaikan, sebagian besar warga langsung bergerak menuju titik aman. Ini menunjukkan kesadaran mereka semakin baik terhadap bahaya erupsi," ujar dia saat dikonfirmasi di lokas terdampak APG Semeru, Rabu malam (19/11/2024).

Yudhi menjelaskan bahwa perpindahan warga dari daerah terdampak berlangsung tanpa hambatan berarti. Koordinasi antarperangkat desa, relawan, dan aparat gabungan berjalan efektif, memastikan setiap warga terfasilitasi menuju lokasi pengungsian.

Saat ini, warga dari Dusun Kajar Kuning telah mengungsi di Balai Desa Candipuro. Sementara itu, masyarakat dari Kamar Kajang memilih berlindung di Kantor Kecamatan Candipuro. Adapun warga dari Dusun Gumukmas dan Dusun Sumbersari di Desa Supit Urang tersebar di dua lokasi, yaitu SDN 4 Supit Urang dan SMPN 2 Pronojiwo.

 

Titik Pengungsian Bakal Dapat Suplai Kebutuhan Dasar

BPBD Lumajang memastikan seluruh titik pengungsian warga terdampak Gunung Semeru berada dalam kondisi aman dan mendapat suplai kebutuhan dasar.

Yudhi menambahkan bahwa kesigapan masyarakat menjadi faktor penting yang menekan potensi risiko di tengah dinamika aktivitas Semeru yang masih fluktuatif.

Dengan meningkatnya kesadaran warga dan respons cepat di lapangan, pemerintah berharap proses mitigasi dapat terus berjalan efektif hingga kondisi benar-benar dinyatakan stabil oleh otoritas terkait.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya