Liputan6.com, Jakarta - Zara duduk di depan ruko, menikmati sarapan lengkap ala hotel. Sambil makan perlahan, dia memegang ponselnya dan berusaha mendengarkan Aqeela dengan seksama. Aqeela tampak panik, khawatir Harry akan salah paham. Dia bertekad mencari pria yang memberinya bunga jika sampai Harry marah. Aqeela menunjukkan foto pria itu kepada Zara. Saat melihatnya, Zara terkejut karena pria itu adalah Devon, yang ternyata adik Axel.
Zara segera menuju rumah Aqeela dan mengetuk pintu. Berdiri di depan pintu, pandangan Zara meneliti Aqeela dari ujung kepala hingga kaki. Dari seberang rumah, Devon yang mengawasi Aqeela tampak ketakutan melihat Zara datang.
Advertisement
Setelah masuk ke rumah, Zara menjelaskan kepada Aqeela bahwa pria yang datang adalah adik Axel. Zara bertanya kepada Harry tentang motif sebenarnya dari gangguan ini. Ternyata, ini adalah distraksi yang ditujukan untuknya, bukan Aqeela. Zara lalu duduk di hadapan Harry dan Aqeela, menjelaskan tata letak rumah Alveric yang penuh ruangan, meminta Harry untuk mengingatnya dengan baik.
Sementara itu, Blade melesat dengan motornya, mengeluh bahwa Devon tidak bisa diandalkan. Flavio dan William tiba di rumah Aqeela, disusul Mohan dan Fattah. Saat Fattah memperhatikan jalan, Mohan bertanya ada apa. Fattah menjawab, Blade, membuat Harry menoleh. Terkejut, Blade langsung menarik gas motornya dan melaju dengan kecepatan tinggi.