Liputan6.com, Jakarta - Para pedagang di Pasar Pramuka mengeluh perihal penurunan pengunjung dan jumlah pembeli yang mencapai 50 persen. Aktivitas pembeli yang menurun drastis itu membuat daya jual pedagang turut melemah, sehingga roda perekonomian di Pasar Pramuka terganggu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meminta agar revitalisasi Pasar Pramuka dipercepat. Percepatan revitalisasi dinilai bakal menjadi kunci kegiatan jual beli di pasar tersebut kembali bergairah.
Advertisement
“Paling utama revitalisasi harus cepat, kerjanya 24 jam,” kata Khoirudin dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/11/2025).
Khoirudin berharap, pelaksanaan pekerjaan konstruksi revitalisasi pasar dilakukan pada malam hari. Hal tersebut guna meminimalisir gangguan terhadap pedagang dan pengunjung.
Selain itu, proses revitalisasi juga diharapkan tidak mengganggu aktivitas harian pasar yang dikenal menjadi pusat penjualan obat dan alat kesehatan terbesar di Jakarta.
“Kalau siang kan banyak pengunjung, maka manfaatkan malam hari untuk perbaikan,” kata Khoirudin.
Audiensi
Sebelumnya, Asosiasi Pedagang Pasar Pramuka melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (Ketum PBB) Gugum Ridho Putra selaku kuasa hukum menyampaikan keresahan pedagang karena naiknya harga sewa kios yang disebut meningkat hingga empat kali lipat pascarenovasi.
Gugum menyatakan, saat audiensi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tidak akan ada penggusuran terhadap pedagang Pasar Pramuka di Jakarta Timur, ditengah proses rencana revitalisasi yang tengah digodok oleh pemerintah daerah bersama Perumda Pasar Jaya.
“Alhamdulillah, Pak Gubernur menjamin tidak ada penggusuran. Beliau juga meminta agar dibuka ruang lagi untuk negosiasi,” ujar Gugum kepada di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Gugum menjelaskan, para pedagang obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka merasa keberatan dengan tarif baru yang dinilai terlalu tinggi.
Menurut dia, upaya negosiasi telah dilakukan berkali-kali, bahkan persoalan ini telah dilaporkan juga ke Ombudsman RI. Namun, kata Gugum, hingga kini belum dicapai kesepakatan antara pedagang dan pihak pengelola.
“Pasar Pramuka ini mau direnovasi oleh Perumda, tapi kemudian harga pasca-renovasi itu ditetapkan lebih besar dari sebelumnya, empat kali lipat. Ini memberatkan para pedagang,” ucap dia.
Tak Ada Penggusuran
Audiensi kali ini, lanjut Gugum, menjadi langkah lanjutan setelah pedagang menerima surat peringatan ketiga dari pihak pengelola, yang menimbulkan kekhawatiran akan adanya penggusuran. Namun, kata dia, pertemuan dengan Pramono disebut memberi harapan baru bagi para pedagang.
“Pak Gubernur sudah menyampaikan langsung bahwa tidak ada penggusuran dan akan dibuka lagi ruang negosiasi. Jadi kami merasa lebih tenang,” ujarnya.