Cerita Gollum, Owa Kurus Tak Bersuara yang Diselamatkan dari Kandang Ayam di Kaltim

Gollum diamankan pada 25 April 2025 dari sebuah kandang ayam milik warga di Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

oleh Abdul JalilDiterbitkan 19 November 2025, 11:38 WIB
Owa Kurus Tak Bersuara yang Diselamatkan dari Kandang Ayam di Kaltim (Abdul Jalil/Liputan6.com)

Liputan6.com, Berau- Pada 1 Mei 2025, seperti hari biasa, suasana Kampung Merasa di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur berjalan normal. Namun suasana saat itu jadi sedikit unik ketika mobil kabin ganda dengan kandang di belakangnya tiba.

Bukan aktivitas itu yang unik, tapi isi kandangnya. Ada satu owa dalam kondisi menyedihkan dengan tubuh kurus, banyak penebalan kulit, dan tanpa bulu.

“Karena kondisinya begitu, owa ini langsung kami beri nama Gollum. Karena kondisinya mirip tokoh dalam serial Lord of The Ring itu,” kata Direktur dan Founder Conservation Action Network (CAN) Paulinus Kristanto, Senin (17/11/2025).

Begitu tiba, satwa ini kemudian dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam dengan menempuh perjalanan sungai selama hampir 45 menit dari pusat Kampung Merasa. Gollum adalah owa jantan muda. Tubuhnya kurus luar biasa. Kulitnya memucat, rambut hampir tak ada, dan di beberapa bagian tampak penebalan kering seperti tanah yang retak.

Ketika petugas pertama kali menyentuh punggungnya, tulang terasa lebih dulu sebelum kulit. Tidak ada perlawanan. Tidak ada suara. Seolah seluruh ingatan tentang menjadi owa telah lama terhapus.

Tim yang menjemputnya sudah mendapat gambaran awal kondisi satwa ini dari laporan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Balikpapan, BKSDA Kaltim.Gollum diamankan pada 25 April 2025 dari sebuah kandang ayam milik warga di Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

Bertahun-tahun dia tinggal di ruang sempit, bergerak dalam pola yang hanya memungkinkan tubuhnya bertahan sekadarnya. Bukan karena kejam, melainkan karena pemiliknya tidak paham satwa apa yang dia pelihara. Tanpa bulu, kurus, dan lemah, Gollum nyaris sulit dikenali sebagai owa.

“Pemiliknya benar-benar tidak tahu. Mereka mengira hanya satwa apa yang ditemukan di hutan belakang,” kata Paulinus Kristanto.

Saat pintu kandang dibuka di hari kedatangannya, Gollum menunduk, menganggukkan kepala berulang-ulang. Gerakan itu bukan helaan napas gugup, melainkan pola yang menunjukkan tekanan mental yang lama. Dia menggigit tubuhnya sendiri.

Dia bergerak seperti mengulang kebiasaan yang terbentuk dari ketidaknyamanan kronis. Dan yang paling terasa janggal, dia tidak bersuara. Owa lazimnya mengisi pagi dengan fokalisasi panjang, sebuah lagu yang menggetarkan kanopi. Namun Gollum hanya diam.

“Kondisinya waktu datang itu body condition score-nya satu dari lima. Kurus sekali. Hampir semua tubuhnya botak, dan ada penebalan kulit di punggung, lengan, lutut, dada. Awalnya kami menduga skabies,” ujar Paulinus.

Pemeriksaan kesehatan secara detail dilakukan. Gollum menjalani serangkaian tes termasuk cek darah. Tidak ditemukan adanya bakteri.

“Tidak ada indikasi penyakit kulit umum. Kami cek lebih jauh, ternyata masalahnya adalah malnutrisi berkepanjangan. Makan kurang, minum kurang, dan hidup dalam kondisi yang tidak selayaknya primata arboreal,” tambahnya.

Itu menjadi titik awal rangkaian usaha panjang untuk memulihkan owa yang kehilangan banyak bagian dari dirinya.

Memulihkan Tubuh yang Lupa Caranya Tumbuh

Di ruang karantina Long Sam, Gollum menghabiskan waktu hari ke hari dengan pemantauan ketat. Setiap obat, setiap porsi makanan, setiap langkah kecil semuanya dicatat. Tim dokter dan keeper bekerja mengikuti ritme pemulihan yang perlahan tapi pasti.

Nutrisi ditingkatkan bertahap. Suplemen diberikan. Kulitnya dirawat setiap hari untuk membantu mengatasi penebalan. Lingkungan dibuat aman namun tetap menantang, agar tubuhnya bergerak sedikit demi sedikit. Fokus utama taham awal rehabilitasi hanya memastikan Gollum sehat dan tidak kurus.

Pada minggu keempat, perubahan kecil muncul. Rambut mulai tumbuh seperti titik-titik baru yang menyebar pelan melewati kulit kusamnya. Nafsu makan meningkat. Gerakan kepala yang berulang-ulang mulai berkurang.

Dia mulai memanjat tiang struktur kandang lebih lama. Dan yang paling disyukuri tim adalah dia berhenti menyakiti diri sendiri. Tetapi ada satu kejadian yang membuat seluruh tim merasa Gollum mulai kembali menjadi owa yaitu suatu pagi, suara itu muncul.

Tidak panjang, tidak lantang, tapi ada. Suara lirih yang terdengar canggung, seakan pita suaranya pun tidak percaya bahwa dia masih bisa dipakai.

“Untuk pertama kalinya, dia bersuara pagi. Itu seperti tanda bahwa mentalnya mulai pulih,” kata Paulinus.

Mengembalikan Sifat Liar yang Pernah Hilang

Perawatan fisik berjalan baik. Kulitnya mulai halus di banyak bagian. Keropeng masih ada, tapi semakin menipis. Skor tubuhnya naik. Dia makan lebih banyak dan mulai memilih buah kesukaannya.

Namun rehabilitasi owa tidak berhenti di tubuh yang sehat. Owa adalah satwa monogami dan sangat teritorial. Mereka perlu ruang, hubungan sosial, dan pola perilaku liar untuk bisa kembali ke hutan. Di sinilah tahap rehabilitasi perilaku dimulai.

Gollum dipindahkan ke kandang hutan yang lebih luas, dengan struktur pohon buatan dan ruang vertikal untuk memicu insting brachiation yaitu gerakan meluncur dari cabang ke cabang.

Pada masa awal, dia masih ragu memindahkan seluruh beban tubuhnya pada lengan panjangnya. Tetapi seiring waktu, lengan itu kembali ingat caranya bekerja.

Dia mulai duduk di tempat yang lebih tinggi dan menjadi lebih sensitif terhadap suara keeper yang datang. Dia belajar menikmati pemandangan dari balik jaring seperti owa liar yang sedang mengamati hutan.

“Kami ingin memastikan dia tidak bergantung pada manusia. Dia harus kembali menjadi owa sepenuhnya,” kata Paulinus.

Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menyebut pemulihan Gollum sebagai bukti bahwa proses penyelamatan satwa berjalan sebagaimana mestinya. BKSDA Kaltim bersama mitra seperti CAN adalah wujud dari aksi kolaborasi menyelamatkan satwa.

“Kami menerima owa itu dalam kondisi memprihatinkan. Setelah diamankan, langsung dibawa ke PPS Long Sam. Melihat kondisinya sekarang, ini keberhasilan rehabilitasi,” ujarnya.

Namun dia juga menekankan bahwa keberhasilan seperti ini bukan kebetulan. Di banyak wilayah Indonesia, BKSDA dan mitra bekerja dalam rantai panjang penyelamatan satwa. Tidak hanya memberi pengobatan, tetapi menyiapkan satwa menghadapi hidup yang sesungguhnya di hutan.

“Ia harus mampu mencari makan, menghindari ancaman, dan berperilaku sebagaimana owa liar. Itu syarat utama sebelum dilepasliarkan,” kata Ari.

Kesuksesan Proses Rehabilitasi

Empat bulan sejak tiba, tubuh Gollum telah berbeda jauh. Rambutnya yang dulu hilang kembali menutupi tubuh, meski masih ada spot botak kecil. Skor tubuhnya stabil. Perilaku abnormal hilang. Suara paginya kini lebih lantang, lebih percaya diri. Dan ia mulai menunjukkan tanda-tanda siap berinteraksi dengan owa lain.

“Sekarang saatnya Gollum pindah ke pulau pra-pelepasliaran,” kata Paulinus.

Pulau itu dikelilingi sungai buatan yang didesain menyerupai hutan alami seperti pohon hidup, kanopi rapat, dan ruang luas untuk bergerak bebas. Di sini, owa belajar membentuk kelompok, menjaga wilayah, mengenali sumber pakan alami, serta mengasah kemampuan bertahan hidup.

Pulau pra-pelepasliaran itu dibangun sangat cepat, demi kembalinya Gollum ke hutan. CAN bahkan mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk mempercepat pembangunan pulau itu.

“Kerja siang malam (membangun pulau buatan) karena proses rehabilitasi tidak boleh tertunda, harus berkesinambungan,” ujar Paulinus.

Di tempat ini, Gollum akan belajar sesuatu yang paling penting yakni percaya pada dirinya sendiri sebagai owa. Pulau itu bukan hutan rimba yang sesungguhnya, tapi ia adalah pintu gerbang. Setiap lompatan di sana adalah langkah menuju kebebasan.

Setiap seruan pagi adalah latihan untuk memanggil dunia yang telah lama hilang dari hidupnya. Setiap interaksi dengan owa lain adalah latihan membangun keterikatan sosial yang akan ia bawa ke alam liar.

Gollum memang belum dilepasliarkan ke hutan. Masih ada tahap yang harus ia jalani. Namun perjalanan panjang dari kandang ayam menuju pulau pra-rilis sudah menunjukkan sesuatu yang penting, bahwa satu owa yang pernah kehilangan segalanya sebagai satwa liar masih bisa pulih ketika diberi kesempatan, waktu, dan perawatan yang benar.

“Akhir bulan ini adalah jadwal Gollum masuk pulau buatan. Dan rencananya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang akan melepaskan ke pulau sebagai bukti bahwa kerja konservasi tidak pernah sia-sia. Satu individu pulih, satu harapan untuk hutan kembali tumbuh,” kata Paulinus.

Owa ini mungkin tidak pernah tahu bahwa dia pernah dipanggil Gollum. Tapi suatu hari nanti, ketika dia meluncur di atas kanopi dan mengeluarkan seruan pagi yang penuh tenaga, nama itu akan tinggal sebagai catatan kecil dalam perjalanan panjang menuju kebebasan.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya