Liputan6.com, Jakarta Hujan baru saja reda di sepanjang Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Sisa air di aspal memantulkan cahaya kendaraan yang lalu-lalang. Deretan pohon di Taman Daan Mogot kini mulai gundul tampak berdiri kaku. Seperti menyimpan cerita yang tak ramai dibicarakan.
Siang ini, tempat itu tampak seperti jalur hijau biasa. Ruang singgah bagi angin, debu, dan orang-orang yang sekadar lewat.
Advertisement
Tetapi, suasana itu sekejap berubah. Tepat ketika malam tiba. Tak lagi terdengar riuh gemuruh kendaraan atau sayup suara pedagang.
Meski dari kejauhan terkesan sunyi. Nyatanya tak benar-benar demikian. Di antara gelapnya malam, sejumlah orang mendatangi tempat itu kala matahari benar-benar tenggalam. Mereka menyapa sopan ketika berpapasan dangan orang-orang di sekitar. Tutur katanya lembut. Beberapa yang datang berpenampilan rapi. Bak seorang pekerja di gedung tinggi Mereka datang menggunakan sepeda roda dua.
Setelah itu, mereka masuk ke area taman. Sesaat kemudian, 'tenggelam' di tengah rimbun pepohonan.
'Pengunjung' Taman Daan Mogot Mulai Datang Jam 9 Malam
A (42) sopir angkot yang setiap harinya mangkal di sekitar jalur hijau menjadi saksi aktivitas pengunjung taman ketika malam tiba. Di balik kemudi mobil tuanya, ia menyaksikan bagaimana tempat yang tampak biasa saja di siang hari, menjelma menjadi 'ruang gelap' pertemuan mereka yang di mabuk asmara.
Menurut A, biasanya geliat aktivitas di Taman Daan Mogot baru muncul setelah malam mulai sepi.
“Di atas jam sembilan biasanya. Baru keliatan ramai,” ujarnya.
Ia menyebut fungsi tempat itu berubah pelan-pelan seiring berkurangnya kendaraan yang melintas.
A bercerita, suatu hari ini dia pernah melihat pasangan datang. Beberapa saat kemudian, si pria pergi meninggalkan kekasihnya dengan dalihmencari wifi. Kebetulan, lokasi itu dekat dengan halte yang meyediakan jaringan wifi.
“Waktu itu pernah beberapa ada yang dateng sama pasangan perempuannya, tapi perempuannya di tinggal, mereka pergi kesana (taman samping kali) bilangnya sih mau cari wifi” kata A
“Rame sih biasanya pada pake jaket ojol gitu” tambahnya
Kaget Pengunjung Pria Lakukan Aktivitas Menyimpang
Sejauh ini, A tak melihat para pengunjung taman itu melakukan aktivitas yang mengganggu.
“Mereka sopan, ngomongnya juga rapi. Parkir juga rapi,” katanya.
Dia juga tak pernah mendengar ada cerita keributan di taman itu sehingga membuat warga tidak nyaman. Saking hening dan tenangnya suasana di lokasi, warga sampai tak memperhatikan ada sesuatu yang tidak biasa di sana.
"Mereka juga sering ngopi di sini, dan ngobrol sama saya, anaknya ramah-ramah juga, penampilannya cowo banget, enggak pake makeup yang kayak bencong, jadi enggak kelihatan kalau mereka kayak gitu” tuturnya
Itu sebabnya, A terkejut ketika mengetahui bahwa para remaja yang sering datang ke lokasi tersebut ternyata berperilaku menyimpang.
”Kaget saja sih pas tahu lokasi nya, ternyata tempat mangkal saya” kata A.
Kondisi Taman Daan Mogot Kini Usai Viral
Kini, pohon-pohon yang disebut-sebut jadi lapak berkencan sudah ditebang. Suasana Taman Daan Mogot lebih terang. Setelah ramai kabar pria sejenis kerap bercumbu di tempat itu, penjagaan juga ditingkatkan. Meski, geliat kehidupan malam itu tak benar-benar mati.
"Kalau ramai sih masih, tapi karena ada polisi jaga, terus juga pohon udah banyak yang ditebang jadi lebih kelihatan," katanya.
Area yang terang membuat warga lebih mudah melihat apa yang terjadi di sana.
“Pernah ada tentara sama polisi juga dateng, tentaranya dua orang” katanya. Sejak itu penjagaan malam tampak lebih sering dilakukan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Barat mengamankan dua pria yang diduga terlibat prostitusi sesama jenis di Taman Daan Mogot KM 12, Cengkareng. Keduanya ditangkap saat operasi dan monitoring malam yang dilakukan Satpol PP pada Jumat, 14 November 2025.
“Dua orang diduga homoseksual dibawa ke Panti Sosial Kedoya,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/11/2025).