Picu Ketegangan Baru, Israel Bangun Tembok Perbatasan dengan Lebanon

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 18 November 2025, 14:15 WIB
Picu Ketegangan Baru, Israel Bangun Tembok Perbatasan dengan Lebanon
Israel membangun tembok pembatas baru di sepanjang garis perbatasan dengan Lebanon wilayah bagian Selatan. Tindakan Israel itu memicu kembali ketegangan di kawasan Timur Tengah. Israel berdalih bahwa tembok itu bagian dari rencana militer yang lebih luas, yang pembangunannya dimulai pada 2022 lalu. Israel juga menyatakan bahwa tembok keamanan tersebut diperlukan untuk perlindungan. Sementara Lebanon dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menganggap pembangunan di luar Garis Biru sebagai pelanggaran wilayah. Pasukan PBB di Lebanon (UNIFIL) telah mengonfirmasi bahwa setidaknya satu bagian tembok melintasi Garis Biru dan masuk ke dalam wilayah Lebanon, membuat lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon tidak dapat diakses. Pembangunan tembok tersebut dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan Lebanon serta melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Sebuah foto yang diambil dari Israel memperlihatkan perbatasan yang memisahkan Israel utara dari Lebanon selatan, dengan desa Lebanon Ain Ebel terlihat di latar belakang pada 16 November 2025. IIsrael membangun tembok pembatas baru di sepanjang garis perbatasan dengan Lebanon wilayah bagian Selatan. (Jalaa MAREY/AFP)
Tindakan Israel itu memicu kembali ketegangan di kawasan Timur Tengah. Tampak dalam foto yang diambil dari Israel memperlihatkan menara pengawas Pasukan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) dari perbatasan yang memisahkan Israel utara dan Lebanon selatan pada 16 November 2025. (Jalaa MAREY/AFP)
Israel berdalih bahwa tembok itu bagian dari rencana militer yang lebih luas, yang pembangunannya dimulai pada 2022 lalu. Tampak dalam foto yang diambil dari Israel, menunjukkan kendaraan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang sedang berpatroli di sisi Lebanon dari perbatasan yang memisahkan Israel utara dan Lebanon selatan pada 16 November 2025. (Jalaa MAREY/AFP)
Israel juga menyatakan bahwa tembok keamanan tersebut diperlukan untuk perlindungan. Tampak dalam foto, pekerja Israel melakukan pembangunan pagar perbatasan yang memisahkan Israel utara dari Lebanon selatan pada 16 November 2025. (Jalaa MAREY/AFP)
Sementara Lebanon dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menganggap pembangunan di luar Garis Biru sebagai pelanggaran wilayah. Tampak dalam foto, pekerja Israel sedang menuangkan beton saat bekerja di pagar perbatasan yang memisahkan Israel utara dari Lebanon selatan pada 16 November 2025. (Jalaa MAREY/AFP)
Pasukan PBB di Lebanon (UNIFIL) telah mengonfirmasi bahwa setidaknya satu bagian tembok melintasi Garis Biru dan masuk ke dalam wilayah Lebanon, membuat lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon tidak dapat diakses. Tampak dalam foto, pekerja Israel menuangkan beton saat bekerja di pagar perbatasan yang memisahkan Israel utara dari Lebanon selatan pada 16 November 2025. (Jalaa MAREY/AFP)
Pembangunan tembok tersebut dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan Lebanon serta melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Tampak dalam foto yang diambil dari Israel memperlihatkan perbatasan yang memisahkan Israel utara dari Lebanon selatan, dengan desa Lebanon Ain Ebel terlihat di latar belakang pada 16 November 2025. (Jalaa MAREY/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya