PAM Jaya Bangun Jaringan Air Perpipaan di Muara Angke, Akhiri Krisis Puluhan Tahun

Selama bertahun-tahun, warga RW 22 bergantung pada air olahan sederhana dari RW atau pedagang keliling yang menjual air seharga Rp2.000–Rp3.000 per jeriken.

oleh Tim NewsDiterbitkan 18 November 2025, 04:10 WIB
Perumda PAM Jaya mulai membangun jaringan air minum perpipaan yang akan langsung mengalir ke rumah warga RW 22 Kampung Nelayan, Muara Angke, Jakarta Utara.

Liputan6.com, Jakarta - Perumda PAM Jaya mulai membangun jaringan air minum perpipaan yang akan langsung mengalir ke rumah warga RW 22 Kampung Nelayan, Muara Angke, Jakarta Utara, setelah kawasan tersebut puluhan tahun menghadapi kesulitan akses air bersih.

"Kami hadir untuk memberikan solusi. Warga Muara Angke berhak mendapatkan akses air minum perpipaan yang layak, stabil, dan terjangkau,” ujar Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, di Jakarta, Senin.

Arief mengatakan pembangunan akses air perpipaan bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga bentuk komitmen menghadirkan keadilan akses air bagi seluruh warga Jakarta, termasuk wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak terlayani.

Selama bertahun-tahun, warga RW 22 bergantung pada air olahan sederhana dari RW atau pedagang keliling yang menjual air seharga Rp2.000–Rp3.000 per jeriken. Kondisi air tanah yang payau membuat warga tidak memiliki pilihan lain, hingga beban biaya air mencapai Rp1 juta per bulan per rumah.

Menurut Arief, situasi ini menjadi sorotan publik dan mendorong PAM Jaya turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi.

"Hasilnya jelas, wilayah ini memang belum terhubung dengan jaringan perpipaan,” katanya.

 

Respons Warga Tinggi

Warga menunjukkan air sumur yang berwarna keruh di Kampung Baru Kubur, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (11/1/2022). Krisis air bersih membuat warga kesulitan untuk mandi, cuci, kakus (MCK). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

 

Antusiasme warga terhadap pembangunan jaringan perpipaan sangat besar. Hingga saat ini, sudah 200 warga mendaftar sambungan baru dari total potensi sekitar 1.700 rumah.

PAM Jaya menargetkan air perpipaan mulai mengalir pada Triwulan II tahun 2026. “Dengan jaringan perpipaan PAM Jaya, masyarakat tidak lagi terbebani biaya air yang tinggi dan bisa menikmati layanan yang aman serta berkualitas,” ujar Arief.

Ia menegaskan pembangunan di Muara Angke dilakukan dengan dukungan warga dan pemerintah setempat. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang PAM Jaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses air bersih yang merata.

“Ini bukan sekadar respons terhadap keluhan viral di media sosial, tetapi komitmen kami untuk memberikan layanan yang adil dan berkelanjutan,” ucapnya.

Arief menegaskan bahwa setiap aduan warga akan menjadi prioritas. “Setiap warga berhak mendapatkan air layak dan setiap wilayah yang belum terlayani akan menjadi prioritas,” katanya.

Setelah menunggu selama puluhan tahun, warga Muara Angke akhirnya mulai melihat harapan. Jaringan perpipaan yang mulai dibangun menjadi awal dari upaya besar memastikan air bersih tidak lagi menjadi kemewahan, tetapi hadir di setiap rumah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya