Kondisi Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

Dugaan sementara, pelaku ledakan adalah anak penyendiri, jarang bergaul dan senang pada konten-konten extrem.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 17 November 2025, 19:44 WIB
Penjagaan ketat ini dilakukan menyusul insiden ledakan yang terjadi di sekolah tersebut pada Jumat (7/11/2025). Tampak dalam foto, personel militer berjaga di gerbang sebuah sekolah setelah ledakan di Jakarta, Indonesia, Minggu, 9 November 2025. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta Pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta masih menjalani perawatan meski kondisinya sudah jauh lebih baik. Namun demikian, anak berhadapan dengan hukum itu belum bisa dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pelaku masih mengalami lemas dan pusing setelah alat selang makanan dilepas. Sehingga pemeriksaan belum bisa dilakukan.

"Penyidik masih berkoordinasi dengan dokter yang menangani karena kondisinya masih lemas dan pusing pasca dilepas alat selang makanan," kata dia kepada wartawan, Senin (17/11/2025).

Budi menambahkan, sebelum pelaku dimintai keterangan, penyidik juga harus memastikan kondisi medisnya benar-benar memungkinkan. Pemeriksaan jiga akanmelibatkan sejumlah lembaga pendamping sesuai prosedur Anak Berhadapan dengan Hukum.

"Harus berkoordinasi dengan KPAI, Bapas, APSIFOR dan P3A dalam proses meminta keterangan," tandas dia.

 

20 Orang Masih Dirawat

Data per Kamis (13/11/2025) kemarin, 20 orang masih menjalani perawatan medis.

Para korban tersebar di tiga rumah sakit. RS Islam Jakarta merawat 13 orang, RS Yarsi 6 orang, dan RS Polri Kramat Jati 1 orang.

 

Ramai-Ramai Murid SMAN 72 Jakarta Ajukan Pindah Sekolah

Situasi Pasca Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta berdampak pada proses belajar-mengajar di sekolah tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa sejumlah siswa kini mengajukan permohonan pindah sekolah karena merasa tidak nyaman kembali belajar di lokasi kejadian.

Pramono menyampaikan hal itu setelah berdiskusi dengan Kepala SMAN 72 baru-baru ini.

"Ternyata dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah,” ujarnya di Gedung A Lantai 3 Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2025).

Ia menekankan perlunya langkah penyelamatan psikologis agar para siswa tidak semakin tertekan pasca-insiden.

"Inilah yang juga menjadi pikiran. Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, ini dirumuskan secara baik. Karena saya enggak mau kemudian dampaknya sampai panjang,” katanya.

 

Infografis Nestapa Si Anak Penyendiri di Balik Ledakan SMAN 72 Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya