Kondisi Terkini 10 Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat

Sebanyak 10 siswa korban ledakan SMAN 72 Jakarta masih menjalani perawatan di RS. Rinciannya, lima korban masih dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta, tiga korban berada di RS Yarsi, dan satu korban lainnya di RSCM. Satu korban itu inisial L dirujuk ke RSCM karena menjalani operasi bedah plastik.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 17 November 2025, 13:19 WIB
Personel militer berjaga di gerbang sebuah sekolah setelah ledakan di Jakarta, Indonesia, Minggu, 9 November 2025. Hingga Minggu (9/11/2025), SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih dijaga ketat Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POMAL). (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, sebanyak 10 korban ledakan SMA Negeri 72 Jakarta masih harus menjalani perawatan di berbagai rumah sakit hingga Senin (17/11/2025).

"Info terakhir masih 10 orang yang rawat inap," kata Budi dalam keterangannya, Senin (17/11/2025). 

Rinciannya, lima korban masih dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta, tiga korban berada di RS Yarsi, dan satu korban lainnya di RSCM. Satu korban itu inisial L dirujuk ke RSCM karena menjalani operasi bedah plastik. 

Sementara sang pelaku dirawat di RS Polri Kramat Jati setelah sebelumnya sempat masuk ICU dan kini dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

"5 Rumah Sakit Islam. Tiga Rumah Sakit Yasri, 1 RSCM dan 1 RS Polri," ujar dia. 

Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta berdampak pada situasi belajar-mengajar di sekolah tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, sejumlah siswa kini mengajukan permohonan pindah sekolah karena merasa tidak nyaman kembali belajar di lokasi kejadian.

Pramono menyampaikan temuan itu usai berbincang langsung dengan Kepala SMAN 72 baru-baru ini. 

"Ternyata dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah," kata dia kepada wartawan di Gedung A, Lt.3 Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2025).

Pramono menekankan perlunya langkah penyelamatan psikologis agar para siswa tidak semakin tertekan.

"Nah, inilah yang juga menjadi pikiran. Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, ini dirumuskan secara baik. Karena saya enggak mau kemudian dampaknya sampai panjang, begitu kan," ucap dia.

Kegiatan Belajar di SMAN 72 Jakarta

Lebih lanjut, Pramono mengatakan masa pembelajaran daring sebenarnya hanya berlaku sampai Senin. Pada hari itu, sekolah akan mengumpulkan guru dan murid untuk menentukan apakah kegiatan belajar dilanjutkan tatap muka atau tetap daring.\ 

"Saya sampaikan kepada Ibu Kepala Sekolah, batas waktu untuk, apa, pembelajaran yang pakai daring, itu kan sampai dengan hari Senin. Hari Senin besok mereka akan mengundang para murid dan juga guru, para guru dan murid, untuk diberikan pilihan, apakah mereka akan sekolah langsung atau melalui daring," tandas dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya