ISG 2025 Jadi Pelajaran Berharga Atlet Muaythai Indonesia Menatap Kejuaraan Dunia

Indonesia menurunkan tiga atlet muaythai di ISG 2025. Meski gagal mendapatkan medali, mereka memetik banyak pelajaran berharga.

oleh ThomasDiterbitkan 17 November 2025, 14:00 WIB
Tim Muaythai Indonesia di ISG 2025

Liputan6.com, Jakarta- Indonesia gagal meraih medali di cabang olahraga Muaythai di Islamic Solidarity Games 2025 atau ISG 2025. Turun dengan tiga atlet, Indonesia tak kebagian medali. Kesempatan tampil di ISG 2025 menjadi pengalaman berharga bagi atlet muaythai Indonesia untuk menatap ajang berikutnya.

Di ISG 2025, Indonesia menurunkan trio Ardiansyah, Antonia Bui Ola, dan Angelina Runtukahu. Namun ketiga atlet Indonesia ini harus terhenti di babak perempat final.

Angelina dikalahkan atlet Uni Emirat Arab, Zineb Bouhmad di babak perempat final pada kelas 50-55kg. Sedangkan Ardiansyah gagal karena kalah 27-30 dari Mohammed Yousuf Jahangir dari Afghanistan di perempat final putra kelas 70-75kg

Adapun di kelas 55-60kg putri, Antonia Bui Ola gagal membendung atlet tuan rumah Arab Saudi Soha Alfar. Antonia kalah tipis 28-29.

Kegagalan ini dinilai karena persiapan minim dan lawan yang sudah kelas dunia. Muaythai Indonesia menjadikannya sebagai pelajaran untuk menatap event besar berikutnya.

"Kami bersyukur diberi kesempatan main di Islamic Solidarity Games. Kami menyadari bahwa di pertandingan kemarin sudah level dunia, dengan persiapan yang minim dibandingkan dengan negara lain, apalagi lawannya tuan rumah. Kalau lawan tuan rumah harus menang KO, kalau perhitungan poin pasti kalah kita," kata Pelatih Muaythai Hendra J Masie saat kembali ke Indonesia, Minggu (17/11/2025).


Bersiap ke Kejuaraan Dunia

Ketiga atlet Muaythai Indonesia yang ikut ke ISG 2025 ini tidak akan tampil di SEA Games 2025. Atlet yang diturunkan di SEA Games berbeda dengan ISG karena waktu yang berdekatan.

Nantinya ketiga atlet ini dan juga atlet yang ikut SEA Games 2025 akan bersiap menghadapi Kejuaraan Dunia Muaythai 2026 yang berlangsung bulan Maret.

"Atlet-atlet ini kedepannya kami persiapkan untuk kejuaraan dunia Muaythai 2026. Sejauh ini, anak-anak punya mental bagus, kalau teknik memang jauh di atas kita semua. Itu yang perlu ditambah lagi," sambung Hendra.


Perbaikan dari ISG 2025

Berkaca pada hasil di ISG 2025, Angelina mengaku akan memperbaiki power agar bisa berbicara banyak di event selanjutnya.

"Saya baru merasakannya kemarin bahwa power kurang saat melawan atlet UEA. Jadi ke depan akan banyak nge-gym agar lebih kuat lagi," tutur Angelina yang pernah menjadi tetangga pemain Persija Eksel Runtukahu.

Sedangkan Ardiansyah bertekad memperbaiki teknik dan fisik. "Saya harus tambah teknik dan fisik."

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya