Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, Indonesia mendorong terciptanya keberagaman aktivitas yang berkelanjutan di semua departemen yang termaktub dalam program kerja UN Tourism 2026–2027. Hal ini disampaikan saat menghadiri forum tertinggi Majelis Umum UN Tourism 2025 di Riyadh, Arab Saudi, pekan lalu.
"Indonesia mengajukan sejumlah inisiatif terukur dan aksi-aksi berkelanjutan untuk memberdayakan Jaringan Desa Wisata Terbaik di dunia. Caranya adalah dengan menyediakan bantuan teknis dan sejumlah platform promosi untuk memastikan potensi kolektif mereka meningkat," kata Menpar melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Sabtu, 15 November 2025.
Advertisement
Indonesia juga mendukung terciptanya kerja sama dan kemitraan strategis yang lebih erat dengan anggota afiliasi UN Tourism. Melalui keterhubungan ini, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan kapasitas inovasi dari negara-negara anggota UN Tourism.
Menpar mengatakan, Indonesia siap menjadi mitra aktif dalam mewujudkan pariwisata global yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan tangguh pascapandemi. Selain itu, ia juga menyampaikan posisi Indonesia dalam High-Level Policy Debate UN Tourism bertema "The Transformation of Tourism through Artificial Intelligence."
Widi menegaskan bahwa digitalisasi merupakan prioritas utama dalam strategi nasional pariwisata Indonesia, yang kini diwujudkan melalui inisiatif "Tourism 5.0." Ini merupakan strategi generasi baru untuk mendigitalisasi ekosistem pariwisata agar lebih inovatif, terhubung, dan berdaya saing global.
"Pariwisata Indonesia kini bergerak menuju era Tourism 5.0. Melalui integrasi teknologi dan kecerdasan buatan, kami ingin menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih personal, efisien, dan berkelanjutan," ujar dia.
Transformasi Pariwisata Melalui AI
Dalam paparannya, Menpar Widi menyampaikan bahwa sejak awal 2025, Kementerian Pariwisata telah memperbarui platform resmi Indonesia.travel. Situs ini diklaim menghadirkan tampilan lebih interaktif dengan peta digital, profil destinasi lengkap, serta kalender event nasional untuk memudahkan wisatawan mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.
Langkah berikutnya, Indonesia akan meluncurkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) pada akhir November 2025, yang meliputi:
- AI Travel Planner untuk memberi rekomendasi dan itinerary perjalanan yang dipersonalisasi berdasarkan minat dan perilaku wisatawan.
- AI Travel Companion, yakni chatbot interaktif dalam 19 bahasa yang menyediakan informasi real-time secara komprehensif.
- AI Command Centre sebagai pusat analitik berbasis data untuk membaca tren wisatawan dan performa destinasi, guna mendukung kebijakan promosi yang lebih tepat sasaran.
Kerangka Etika AI
"Teknologi AI dapat mempermudah wisatawan, namun penerapannya harus disertai regulasi yang memastikan informasi yang akurat dan etis," jelas Menpar Widi. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kerangka etika kecerdasan buatan yang tengah disusun Kementerian Komunikasi dan Digital RI.
Kerangka ini dibuat agar implementasi AI berjalan secara inklusif, aman, dan bertanggung jawab di seluruh sektor, termasuk pariwisata. Indonesia juga tergabung sebagai anggota Komisi Etik Sidang Umum UN Tourism 2025.
Bersama wakil dari Guatemala, Yordan, Botswana, dan Austria, Indonesia diwakili Armol Bobby Titus, yang merupakan CEO PT Indonesia Wise. Komite Etik UN Tourism adalah badan yang dibentuk di dalam UN Tourism untuk memastikan kegiatan pariwisata internasional mematuhi prinsip‑prinsip etika, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial.
UN Tourism General Assembly 2025
Tugas utama komite ini meliputi:
- Menilai kebijakan dan program UN Tourism agar sejalan dengan Kode Etik Pariwisata Dunia.
- Memberikan nasihat pada anggota, mitra, dan pemangku kepentingan tentang isu‑isu etika yang muncul dalam pengembangan pariwisata.
- Mengawasi penerapan pedoman etika dalam proyek‑proyek pariwisata yang didukung oleh UN Tourism.
- Menangani keluhan atau pelanggaran etika yang dilaporkan oleh negara anggota atau pihak lain.
Komite ini terdiri dari perwakilan negara anggota, pakar industri pariwisata, serta ahli dalam bidang lingkungan, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan. UN Tourism General Assembly 2025 di Riyadh, Arab Saudi, merupakan sidang umum ke-26 sekaligus peringatan 50 tahun berdirinya UN Tourism.
Ada sekitar 90 menteri, 70 duta besar, dan 1.400 delegasi hadir dalam perhelatan terbesar UN Tourism yang berlangsung setiap dua tahun sekali tersebut.