Eric Cantona Kritik Pedas Sir Jim Ratcliffe: Ia Sedang Menghancurkan Manchester United

Legenda Manchester United, Eric Cantona, kembali melontarkan kritik keras terhadap Sir Jim Ratcliffe. Mantan penyerang yang dikenal karismatik itu menilai pemilik minoritas klub tersebut justru “menghancurkan” fondasi yang dulu dibangun Sir Alex Ferguson.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 16 November 2025, 05:21 WIB
Mantan pemain sepak bola dan aktor Prancis, Eric Cantona, meninggalkan ruangan setelah menghadiri upacara pemakaman aktor Prancis-Denmark, Niels Arestrup, di luar Gereja Saint-Roch di Paris, pada 10 Desember 2024. (STEPHANE DE SAKUTIN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Legenda Manchester United, Eric Cantona, kembali melontarkan kritik keras terhadap Sir Jim Ratcliffe. Mantan penyerang yang dikenal karismatik itu menilai pemilik minoritas klub tersebut justru “menghancurkan” fondasi yang dulu dibangun Sir Alex Ferguson.

Ratcliffe, yang membeli 27,7 persen saham United pada Februari lalu dan diberi kuasa penuh dalam urusan sepak bola klub, awalnya diharapkan bisa menjadi titik balik setelah lebih dari satu dekade keterpurukan di bawah keluarga Glazer. Namun, ekspektasi itu tampaknya jauh dari kenyataan.


Kekecewaaan Cantona Soal Manchester United

Eric Cantona - Pria berusia 55 tahun ini bergabung dengan Manchester United pada akhir tahun 1992. Pesepak bola asal Prancis ini sukses bersama Manchester United dan menyumbangkan sembilan piala untuk The Red Devils. (AFP/Gerry Penny)

Dalam pertunjukan panggung bertajuk An Evening with Eric The King Cantona, pria Prancis itu mengungkapkan bahwa tawarannya untuk membantu klub ditolak mentah-mentah.

“Saya punya banyak proyek lain, tetapi saya berpikir mungkin dua atau tiga tahun saya bisa menyingkirkan semuanya untuk membantu klub yang telah memberikan segalanya untuk saya,” ujar Cantona.

“Namun Ratcliffe tampaknya tidak tertarik. Saya sudah melakukan bagian saya, jadi saya tidak merasa bersalah. Saya sudah mencoba.”

Cantona, yang mencetak 82 gol dalam 185 pertandingan untuk United dan menjadi salah satu ikon kebangkitan Fergie, tak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai identitas permainan menyerang ala Sir Alex justru diabaikan oleh para pemilik baru.

“Sir Alex menciptakan gaya sepak bola menyerang yang indah. Itu seharusnya dipertahankan. Tapi mereka malah menghancurkannya.”


Suasana Kandang Manchester United Tak Lagi Sama

Pemandangan umum bagian luar stadion Old Trafford menjelang pertandingan Grup L Liga Europa antara Manchester United dan Partizan Belgrade di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 7 November 2019. (Oli SCARFF/AFP)

Cantona juga mengaku tak lagi merasakan atmosfer yang membuat Old Trafford dijuluki Theatre of Dreams. Menurutnya, suasana kini lebih datar, bahkan saat laga besar.

“Saya datang ke Old Trafford musim lalu untuk laga melawan Manchester City. Rasanya sunyi,” katanya.

“Fans lebih memilih laga tandang untuk merasakan atmosfer suporter sejati, dibanding berada di stadion bersama orang-orang yang hanya datang dari berbagai negara untuk membeli merchandise.”


Kritik Beruntun Cantona untuk Kebijakan Jim Ratcliffe

Investor baru Manchester United Sir Jim Ratcliffe (AP)

Sejak mengambil alih operasi sepak bola, Ratcliffe melakukan serangkaian penghematan besar, mulai dari memangkas sekitar 400 pekerjaan hingga menghapus makan siang gratis untuk staf. Langkah ini, menurut Cantona, makin menjauhkan klub dari para pendukungnya sendiri.

Ia sebelumnya juga mengkritik fokus berlebihan pada bisnis, penurunan performa sejak era Sir Alex, hingga rencana renovasi besar stadion yang dianggapnya tidak menyentuh kebutuhan mendasar klub.

“Saya mendukung United karena saya mencintai United. Tapi jika saya harus memilih klub saat ini, mungkin saya tidak akan memilih United,” tegasnya.

“Saya tidak merasa dekat dengan proyek ini. Sejak Ratcliffe datang, semuanya terasa berlawanan. Mereka mencoba menghancurkan semuanya dan tidak menghormati siapa pun. Mereka bahkan ingin mengubah stadion.”


Hubungan Manchester United dan Cantona yang Kian Merenggang

7. Eric Cantona (1996-1997), pemain iconic bagi publik Old Trafford. Meski tak lama namun gelandang asal Prancis ini cukup memberikan kesan mendalam bagi para pecinta Manchester United. (www.ryangiggs.cc)

Komentar pedas ini menjadi babak terbaru ketegangan antara Cantona dan manajemen baru United. Meski statusnya sebagai legenda tak terbantahkan, rasa cintanya terhadap klub tampak terus diuji oleh keputusan-keputusan yang tak lagi ia pahami.

Bagi banyak fans, suara Cantona mungkin menjadi cerminan keresahan mereka. Namun bagi manajemen, kritik ini bisa menjadi tekanan tambahan untuk benar-benar membuktikan bahwa proyek kebangkitan United bukan sekadar ambisi bisnis, melainkan upaya mengembalikan kejayaan klub yang pernah mereka banggakan.

Sumber: The Sun


Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya