AC Milan Wajib Waspada, Luka Modric Jadi Rebutan Klub Qatar & Saudi

Penampilan impresif Luka Modric di Serie A berpotensi membuat AC Milan dalam bahaya. Sebab sang maestro kini disebut masuk bidikan klub-klub Qatar dan Saudi.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 14 November 2025, 19:45 WIB
Luka Modric berebut bola dengan Bryan Cristante dalam laga Serie A antara AC Milan vs AS Roma di San Siro, 3 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta Luka Modric kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka sejak berseragam AC Milan. Kepindahannya dari Real Madrid sempat menimbulkan tanda tanya, namun jawaban yang diberikan di lapangan sangat tegas. Ia hadir sebagai pembeda di lini tengah Rossoneri, mengontrol tempo dan membawa ketenangan di setiap sentuhan. Milan langsung merasakan dampak nyata dari pengalamannya.

Musim debutnya di Serie A berjalan lebih mulus dari ekspektasi banyak pihak. Modric tampil konsisten di awal musim, memberikan stabilitas dan kreativitas yang dibutuhkan tim. Ia menjadi andalan Massimiliano Allegri dalam setiap pertandingan penting. Perannya membuat Milan lebih percaya diri dalam membangun serangan.

Bahkan di usia 40 tahun, ritme permainan Modric tidak banyak berubah. Ia masih menunjukkan kecerdasan, presisi, dan visi bermain yang sama seperti saat masih di Real Madrid. Statistiknya pun mencerminkan dampak tersebut, mulai dari kontribusi gol hingga assist. Lebih dari itu, pengaruhnya terhadap rekan setim membuat Milan kian solid.

Dengan performa seperti itu, kehadiran Modric terasa bukan sebagai pemain veteran, melainkan motor permainan yang menjaga denyut hidup skuad Rossoneri. Perpaduan pengalaman dan kualitas membuatnya menjadi elemen krusial. Kini, situasinya menarik perhatian banyak pihak di luar Italia.


Modric Jadi Buruan Qatar dan Saudi

Selebrasi gol Luka Modric pada laga AC Milan vs Bologna pada pekan ke-4 Serie A 2025/2026 di San Siro - AP Photo/Luca Bruno

Penampilan matang Modric di Serie A membuat namanya langsung masuk radar klub-klub Timur Tengah. Mereka melihat peluang untuk mendatangkan ikon sepak bola Eropa yang masih tampil optimal di level tertinggi. Tawaran menggiurkan dari Qatar dan Liga Pro Saudi mulai berdatangan sejak awal musim. Angka-angka yang mungkin muncul tampaknya bakal cukup besar untuk membuat Milan waspada terhadap masa depan sang maestro.

Minat tersebut bukan tanpa alasan. Modric tampil sebagai starter dalam 11 dari 11 laga liga, dengan 965 menit bermain dari total 990 menit yang tersedia. Catatan itu menunjukkan betapa kuatnya fisik dan konsistensinya meski usianya tak lagi muda. Satu gol dan dua assist menjadi pelengkap kontribusi besarnya bagi Milan sejauh ini.

Media Italia pun memuji permainannya yang disebut jauh dari tanda-tanda pemain yang mendekati akhir karier. La Gazzetta dello Sport menuliskan bahwa Modric menunjukkan “kelasnya yang tak terbatas” dengan kecanggihan khasnya. Dengan level seperti itu, tidak heran klub Timur Tengah siap melayangkan tawaran besar untuk membawanya pergi.

Lanjut Baca:

Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan Modric. Ia memegang opsi perpanjangan kontrak satu tahun hingga 2027, dan Milan berharap ia mengaktifkannya. Namun godaan dari Qatar dan Saudi tetap menjadi pertimbangan berat dalam fase kariernya yang memasuki babak akhir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya