WHO: Lebih dari 900 Warga Gaza Tewas Saat Menunggu Bantuan Kesehatan

Menurut perkiraan WHO, dibutuhkan biaya USD 7 miliar (sekitar Rp117 triliun) untuk memulihkan kondisi di Gaza.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 15 November 2025, 07:04 WIB
Bantuan ini merupakan bagian dari rencana tanggap darurat 60 hari di tengah meningkatnya serangan militer Israel di wilayah tersebut. Tampak dalam foto, sebuah keluarga Palestina memandang ke bawah dari rumah mereka yang rusak parah di Jabalia, di bagian utara Jalur Gaza, pada Jumat 7 November 2025. (Omar AL-QATTAA/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Lebih dari 900 warga Palestina di Jalur Gaza meninggal selagi menunggu pertolongan medis, kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Lebih dari 16.500 orang, termasuk hampir 4.000 anak, masih menunggu evakuasi (medis). Sementara itu, 900 lebih orang meninggal selagi menunggu evakuasi," katanya dalam jumpa pers pada Rabu.

Dia menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang telah menerima dan merawat pasien dari Gaza, dan mendesak mereka untuk meningkatkan upaya tersebut, dikutip dari laman Antara News, Sabtu (14/11/2025).

Hanya sebagian kecil fasilitas kesehatan di Gaza yang masih beroperasi. Menurut perkiraan WHO, dibutuhkan biaya USD 7 miliar (sekitar Rp117 triliun) untuk memulihkannya.

Pada akhir Oktober lalu, WHO melaporkan lebih dari 68.000 kematian di Jalur Gaza sejak konflik Palestina-Israel meningkat pada Oktober 2023. Ribuan warga Palestina lainnya diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, telah diberlakukan di wilayah kantong itu sejak 10 Oktober.

Berdasarkan kesepakatan itu, Hamas harus membebaskan 20 warga Israel yang masih disandera sejak 7 Oktober 2023. Di lain pihak, Israel harus membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina, termasuk yang tengah menjalani hukuman seumur hidup.

Namun, Israel masih terus melancarkan serangan ke Jalur Gaza dengan dalih membalas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Hamas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya