Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan Solana (HSDT), yang sebelumnya dikenal sebagai Helius Medical Technologies, mengumumkan rencananya untuk melakukan tokenisasi saham melalui Opening Bell, platform kripto berizin milik Superstat. Hal ini diumumkan pada Rabu oleh perusahaan yang berfokus pada pengelolaan treasury berbasis jaringan Solana tersebut.
Melalui inisiatif ini, investor HSDT ke depannya bisa memiliki dan melakukan transfer saham dari versi token di platform Opening Bell. Dengan demikian, investor akan memperoleh akses perdagangan 24 jam dan penyelesaian transaksi secara real-time. tanpa mengubah struktur regulasi maupun perlindungan investor yang sudah ada. Demikian mengutip Yahoo Finance, Jumat, (14/11/2025).
Advertisement
"Tokenisasi HSDT melalui Superstate adalah langkah besar menuju terbentuknya pasar modal global yang beroperasi tanpa batas waktu," ujar Anggota dewan Solana Company sekaligus General Partner di Pantera Capital, Cosmo Jiang.
"Kami meyakini sebagian besar aktivitas tersebut nantinya akan berlangsung di jaringan Solana,” ia menambahkan.
Pantera merupakan salah satu investor awal di Superstate dan menjadi salah satu pihak yang memimpin pendanaan untuk Solana Company melalui skema private investment in public equity (PIPE) sebesar USD 500 juta pada September lalu. Saat ini, erusahaan modal ventura tersebut tengah berencana menggalang dana tambahan hingga USD 1,25 miliar untuk mendukung Solana Company, yang resmi terdaftar di Nasdaq dan berganti nama pada akhir September.
Beberapa perusahaan treasury publik lain mulai mengambil langkah yang sama. FG Nexus, yang berbasis pada jaringan Ethereum, menjalin kerja sama dengan Securitize untuk men-tokenisasi sahamnya. Pada bulan September, Forward Industries, treasury terbesar di jarungan Solana, juga mengumumkan rencana serupa.
Meski tren tokenisasi semakin berkembang, sejumlah perusahaan treasury menghadapi tekanan akibat tingginya volatilitas pasar. Dalam beberapa bulan terakhir, strategi investasi berbasis aset kripto kerap diuji oleh kondisi pasar yang tidak stabil.
Harga Saham HSDT dan SOL
Bulan lalu, Solana Company mengambil langkah besar dengan menyelesaikan proses resale registration. Langkah ini memberi izin kepada investor awal untuk menjual kembali saham mereka. Kebijakan tersebut berkaitan dengan perubahan strategi digital dari perusahaan. Pembukaan saham tersebut memicu aksi jual yang cukup besar di pasar.
Menurut data Yahoo Finance, harga saham HSDT tercatat di USD 5,26 pada Rabu, naik hampir 2%. Namun, dalam satu bulan terakhir nilai saham ini telah mengamalami penurunan drastis sebesar 64%. Sementara itu, di tengah penurunan pasar kripto, data CoinGecko menunjukkan bahwa harga Solana (SOL) berada di kisaran USD 152, melemah 3,4% dalam 24 jam. Selama dua minggu terakhir, SOL telah kehilangan sekitar 22% dari nilainya.
Di platform prediksi Myriad, sekitar 90% responden memperkirakan harga Solana hingga akhir tahun ini tidak akan melampaui rekor tertingginya di USD 294,33.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
SEC Restui ETF Solana dari 21Shares, Harga SOL Siap Tembus Rp 5 Juta?
Sebelumnya, pasar kripto kembali bergemuruh setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) memberikan lampu hijau penting bagi Solana (SOL). SEC telah menyetujui pengajuan Formulir 8-A oleh manajer aset 21Shares untuk Solana Spot ETF mereka.
Persetujuan ini memungkinkan dana ETF tersebut untuk terdaftar di Bursa Cboe BZX, memberikan sinyal kuat bahwa perdagangan ETF Solana di AS bisa dimulai sebentar lagi.
Dikutip dari coinmarketcap, Minggu (19/10/2025), kabar ini sontak membangkitkan optimisme baru di kalangan trader yang mengharapkan harga Solana untuk kembali menantang rekor tertingginya di kisaran USD 300 atau sekitar Rp 5 juta (estimasi kurs Rp 16.556 per USD.
Peluncuran Penuh Tertunda, Mengapa?
Meskipun Form 8-A telah disetujui—yang biasanya memproses standar pencatatan umum (Generic Listing Standards)—peluncuran penuh ETF kripto di AS masih membutuhkan persetujuan Formulir S-1 tambahan.
Sayangnya, penutupan sementara (shutdown) yang sedang dialami pemerintah AS saat ini telah menghentikan peninjauan lebih lanjut terhadap pengajuan S-1 ini.
Penundaan ini juga membuat beberapa perusahaan lain, seperti Bitwise dan Grayscale, terpaksa menunda atau menarik sementara pengajuan mereka.