Masalah Benjamin Sesko di Manchester United: Terlalu Overthinking!

Nama Benjamin Sesko tengah menjadi bahan perbincangan di lingkungan Manchester United. Setelah sempat menuai pujian karena performa impresifnya di awal musim, striker muda asal Slovenia itu kini menghadapi gelombang kritik baru.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 13 November 2025, 14:40 WIB
Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, saat pertandingan melawan Fulham di pekan kedua Premier League 2025/2026 di Craven Cottage, Minggu (24/8/2025) malam WIB. Laga tersebut berakhri imbang 1-1. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Nama Benjamin Sesko tengah menjadi bahan perbincangan di lingkungan Manchester United. Setelah sempat menuai pujian karena performa impresifnya di awal musim, striker muda asal Slovenia itu kini menghadapi gelombang kritik baru.

Kali ini datang dari mantan penyerang Watford, Troy Deeney, yang menilai Sesko mulai kehilangan ketajamannya karena terlalu banyak berpikir di lapangan.

Deeney mengungkapkan penilaiannya saat berbicara dalam program The Football Exchange. Ia melihat ada perubahan mencolok dalam cara Sesko bermain dalam beberapa laga terakhir.

“Menurut saya, dia sekarang seperti terlalu memikirkan setiap langkahnya,” ujar Deeney.

“Beberapa pekan lalu dia tampil bebas, percaya diri, bahkan mencetak gol di dua laga beruntun. Tapi sekarang, setiap kali bola datang, dia terlihat seperti rusa yang tersorot lampu, bingung, ragu, dan kehilangan naluri striker alaminya.”


Performa Benjamin Sesko di Manchester United

Benjamin Sesko dan Bryan Mbeumo merayakan gol kedua Manchester United dalam pertandingan Premier League melawan Sunderland di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu, 4 Oktober 2025. (Foto AP/Dave Thompson)

Komentar Deeney muncul setelah periode singkat di mana Sesko sempat menunjukkan tanda-tanda adaptasi positif di Premier League.

Pemain berusia 22 tahun itu sempat mencetak gol dalam dua pertandingan berturut-turut melawan Brentford dan Sunderland, memunculkan harapan bahwa ia mulai menemukan ritme permainannya di bawah asuhan Ruben Amorim.

Namun, rentetan performa itu terhenti setelah ia mengalami cedera lutut saat melawan Tottenham Hotspur, membuatnya harus menepi untuk sementara waktu.


Kritik dan Pembelaan untuk Benjamin Sesko

Benjamin Sesko dari Manchester United menyapa para penggemar selama pertandingan Premier League antara Manchester United dan Arsenal di Stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Minggu, 17 Agustus 2025. (Foto AP/Dave Thompson)

Di sisi lain, kritik terhadap Sesko bukan hanya datang dari Deeney. Sebelumnya, Gary Neville juga menilai sang striker belum bisa beradaptasi secepat pemain baru lainnya di Premier League seperti Bryan Mbeumo atau Matheus Cunha.

Neville menyebut bahwa ekspektasi di Manchester United menuntut hasil cepat, sesuatu yang mungkin belum bisa dipenuhi Sesko dalam waktu singkat.

Namun, pandangan berbeda datang dari Wayne Rooney. Legenda United itu justru memberikan pembelaan terhadap Sesko, dengan menyebut bahwa sang penyerang muda telah memberikan peningkatan nyata di lini depan.

“Sesko mungkin belum mencetak banyak gol, tapi kontribusinya di lapangan sudah terasa. Ia membawa dimensi baru dalam serangan United,” kata Rooney beberapa waktu lalu.


Benjamin Sesko Hanya Butuh Ketenangan

Penyerang Manchester United asal Slovenia, Benjamin Sesko (kiri) berebut bola dengan bek Liverpool asal Prancis, Ibrahima Konate saat pertandingan pekan ke-8 Liga Premier Inggris di Stadion Anfield, Liverpool pada Minggu 19 Oktober 2025. (PETER POWELL/AFP)

Bermain untuk Manchester United selalu berarti hidup di bawah sorotan besar. Kritik akan datang dari segala arah, tetapi justru dari situ para pemain hebat ditempa.

Jika Sesko mampu menjadikan tekanan ini sebagai bahan bakar untuk berkembang, bukan tak mungkin ia akan kembali dan membungkam semua kritik dengan performa yang lebih matang dan tajam.

Untuk sekarang, yang dibutuhkan Sesko hanyalah ketenangan, bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam pikirannya. Sebab di klub sebesar Manchester United, kehebatan bukan hanya diukur dari skill, tetapi juga dari seberapa kuat seorang pemain mampu bertahan menghadapi badai kritik dan ekspektasi publik.

Sumber: The Football Exchange


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya