Ledakan SMAN 72 Dikaitkan dengan PUBG, Begini Sikap Pemerintah Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan akan mengirim respons resmi kepada Indonesia setelah game PUBG disebut dalam penyelidikan kasus ledakan SMAN 72, dan menilai keterkaitannya tidak memadai dan sedang mengumpulkan fakta dari berbagai kanal.

oleh YusliansonDiterbitkan 13 November 2025, 09:30 WIB
PlayerUnknown's Battlegrounds. (Doc: Twinfinite)

Liputan6.com, Jakarta - Kejadian ledakan di SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025 menjadi sorotan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan (MCST).

Hal ini karena munculnya pernyataan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, yang mengaitkan tragedi ledakan di SMAN 72 tersebut dengan game PUBG: Battlegrounds atau PUBG.

Informasi, PUBG adalah game battle royale online buatan salah satu perusahaan game terbesar asal Korea Selatan, yaitu Krafton.

Kepada pemerintah Indonesia, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan memberikan respons resmi dengan mengatakan tidak ada kaitan memadai antara game PUBG dengan kasus ledakan di SMAN 72 baru-baru ini.

"Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata berpendapat, mengaitkan insiden bom dengan game asal Korea tersebut tidaklah cukup," kata pejabat MCST, sebagaimana dikutip dari ZDNet, Kamis (13/11/2025).

Dia menambahkan, "kami berencana untuk menyampaikan posisi kami terkait hal ini kepada pemerintah Indonesia dan masih menyelidikinya."

Kontroversi ini muncul setelah insiden pada 7 November, ketika seorang siswa membawa bahan peledak ke area masjid SMA di Jakarta Utara. Peristiwa ini melukai hampir 100 orang, dan membuat Persiden Prabowo Subianto memerintahkan penyelidikan terhadap kemungkinan pengaruh game dengan unsur kekerasan.

Dalam salah sati sesi rapat kabinet, Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut PUBG sebagai salah satu contoh game online yang dianggap membuat kekerasan terasa normal secara psikologi dan akan diatur ketat.

Sontak komentar ini langsung memicu reaksi dari pihak Korea Selatan, di mana pemerintah sedang gencar mempromosikan dan mendorong pertumbuhan industri game mereka.

Bulan lalu, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, sempat menegaskan tentang game tidak bisa disamakan dengan zat adiktif. Ia menolak pendekatan kebijakan membatasi industri hanya karena isu kecanduan.

MCST juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan industri, termasuk dukungan ekosistem kreator.

Pada 10 November 2025, Partai Demokrat Korea meresmikan Komite Khusus Game Gelombang Kedua, di mana tugas komite ini meliputi amandemen Undang-Undang Promosi Industri Game, penataan sistem item gacha, serta dukungan kepada pengembang indie dan sektor esports.

Polisi: Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Jarang Bergaul

Situasi Pasca Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menyebut terduga pelaku atau anak berkonflik dengan hukum (ABH) ledakan di SMAN 72 pada Jumat (7/11/2025) dikenal sebagai pribadi tertutup. Pelaku jarang bergaul dan menyukai konten kekerasan.

"ABH yang terlibat dalam kasus ledakan ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul dan dia juga memiliki ketertarikan pada konten kekerasan serta hal-hal yang ekstrem," kata Asep saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Asep menjelaskan, hasil penyelidikan sementara terduga pelaku merupakan seorang siswa SMA aktif. Dia bertindak secara mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu.

PPID Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana menyampaikan hal serupa. Dia mengatakan, terduga pelaku tidak terkait dengan jaringan terorisme mana pun dalam melancarkan aksinya.

"Jadi murni tindakan yang dilakukan adalah tindakan kriminal umum," ungkap Eka.

Terkait dengan nama-nama teroris pada senjata mainan yang dibawa pelaku, Eka menyebut nama dan aksi dari pelaku teror dunia tersebut menjadi inspirasi bagi ABH untuk melakukan ledakan.

"Yang bersangkutan hanya melakukan peniruan itu sebagai inspirasi yang bersangkutan melakukan tindakan," tutup Eka.

Pelaku Sering Merasa Sendirian

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pemulihan psikologis bagi siswa SMAN 72 Jakarta pasca-insiden ledakan. Tampak dalam foto, tim dari psikologi kepolisian saat berada di area SMAN 72 Jakarta, Senin (10/11/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Polisi mengungkapkan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta sering merasa sendirian dan tidak memiliki tempat untuk bercerita tentang keluh kesahnya, baik lingkungan keluarga atau sekolah. Masalah tersebut yang memicu dorongan bagi pelaku melancarkan aksi peledakan sekolah.

"Yang bersangkutan anak berkonflik dengan hukum terdapat dorongan untuk melakukan peristiwa hukum tersebut, dorongan yang bersangkutan merasa sendiri kemudian merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesah," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Puslabfor Mabes Polri, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara telah menggeledah rumah terduga pelaku. Sebanyak 18 saksi yang terdiri dari korban, guru, siswa, hingga terduga pelaku dan keluarganya sudah diperiksa.

Asep menambahkan, seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, yaitu Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Rumah Sakit Yarsi, Rumah Sakit Pertamina, Balai Kesehatan Lantamal, Puskesmas Kelapa Gading, dan Rumah Sakit Polri

Data Korban

Situasi Pasca Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Berdasarkan data terakhir, total korban akibat peristiwa tersebut tercatat sebanyak 96 orang dengan rincian 67 orang luka ringan, 26 luka sedang, dan tiga orang luka berat.

"Bahwa 68 orang di antaranya telah diperbolehkan pulang. Sedangkan 28 orang lainnya masih menjalani perawatan," kata Asep.

Untuk 28 orang yang masih menjalani perawatan tercatat ada 13 orang di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, satu orang di Rumah Sakit Polri dan 14 orang di Rumah Sakit Yarsi.

"Sedangkan seluruh korban di Rumah Sakit Pertamina, Balai Kesehatan Lantamal dan Puskesmas Kelapa Gading sudah diperbolehkan pulang," kata Asep.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya