Rekomendasi Saham Hari Ini 12 November 2025: ANTM, BMRI, BRPT, hingga INDY

Berikut rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu, (12/11/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 November 2025, 06:45 WIB
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan Rabu (12/11/2025). IHSG hari ini berpotensi menguat ke posisi 8.487-8.539.

IHSG melemah 0,29% ke posisi 8.366 dan disertai dengan peningkatan tekanan jual pada perdagangan Selasa, 11 November 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case (hitam), IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.487-8.539.

“Cermati area 8.279-8.332 sebagai area koreksi berikutnya,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.332,8.276 dan level resistance 8.488,8.532 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 8.310-8.410.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Spec Buy

Saham ANTM terkoreksi 1,03% ke 2.880 dan masih didominasi oleh tekanan jual, posisinya pun masih cenderung downtrend. “Kami perkirakan, posisi ANTM saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [y],” ujar Herditya.

Spec Buy: 2.790-2.870

Target Price: 3.060, 3.220

Stoploss: below 2.740

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

2.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Buy on Weakness

Saham BMRI terkoreksi 1,06% ke 4.680 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi BMRI sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 1,” kata dia.

Buy on Weakness: 4.430-4.640

Target Price: 4.740, 4.940

Stoploss: below 4.350

 

3.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

Saham BRPT terkoreksi 1,67% ke 3.530 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, posisinya pun masih berada di bawah MA20. “Kami memperkirakan, posisi BRPT sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.250-3.500

Target Price: 3.640, 3.870

Stoploss: below 3.120

 

4.PT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness

Saham INDY menguat 1,97% ke 2.070 tetapi disertai dengan munculnya volume penjualan, pergerakannya pun belum mampu break MA20. “Kami perkirakan, posisi INDY saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave B,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 2.000-2.050

Target Price: 2.180, 2.380

Stoploss: below 1.915

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 11 November 2025

Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (11/11/2025). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau dan transaksi harian di atas Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,29% ke posisi 8.366,51. Indeks LQ45 merosot 0,26% ke posisi 0,26% ke posisi 842,68. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.443,68 dan level terendah 8.338,39. Sebanyak 378 saham melemah dan 290 saham menguat. 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.129.599 kali dengan volume perdagangan saham 71,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.680.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, koreksi IHSG didorong aksi ambil untung karena kondisi IHSG yang jenuh beli.

“Dari dalam negeri, penjualan ritel domestik tumbuh 3,7 persen year on year (yoy) pada September 2025, atau meningkat dari 3,5 persen (yoy) pada Agustus 2025, merupakan pertumbuhan positif yang terjadi selama enam bulan berturut-turut,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

 

Sentimen IHSG

Penguatan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan penangguhan 90 hari atas tarif timbal balik terhadap mitra dagang. (BAY ISMOYO/AFP)

Selain itu, penjualan mobil turun 4,4 persen (yoy) menjadi 74,019 unit pada Oktober 2025 dari penurunan 15,1 persen (yoy) pada September 2025.

Meskipun penjualan mobil menurun selama enam bulan berturut-turut, namun laju penurunannya mulai melambat, serta volume penjualannya merupakan level tertinggi sejak Desember 2024.

Selama periode Januari- Oktober 2025, penjualan mobil turun 10,6 persen year to date (ytd) menjadi 635,844 unit.

Dari mancanegara, Amerika Serikat (AS) dan Swiss hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor sebesar 39 persen atas produk Swiss yang masuk AS.

Dari kawasan Eropa, Jerman akan merilis data Wholesale Prices bulan Oktober 2025 yang diperkirakan sebesar 0,3 persen month to month (mtm) dan 1,1 persen (yoy) dari sebelumnya 0,2 persen (mtm) dan 1,2 persen (yoy) pada September 2025.

Sektor Saham

Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dari 11 sektor saham, empat sektor saham memerah. Sektor saham keuangan merosot 1,13%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,71%, sektor saham teknologi terpangkas 0,58% dan sektor saham basic merosot 0,21%.

Sementara itu, sektor saham energi melesat 1,74%, dan catat kenaikan terbesar. Lalu sektor saham infrastruktur menguat 1,47% dan sektor saham properti menanjak 1,45%.

Selain itu, sektor saham transportasi bertambah 1,12%, sektor saham industri naik 0,87%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,09%, sektor saham kesehatan bertambah 0,73%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya