Bek Manchester United Ungkap Performanya yang Menarik, Ruben Amorim Sebut Satu Kelemahannya

Sejak muncul sebagai pemain baru pada musim lalu, Matthijs de Ligt kini terlibat dalam segala hal di Manchester United dan sekarang merasa menjadi bagian penting klub.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 13 November 2025, 09:00 WIB
Gelandang Manchester United asal Kamerun #19, Bryan Mbeumo (2R), merayakan gol ketiga mereka untuk membawa timnya menang 3-0 dalam pertandingan Premier League Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 25 Oktober 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bek Manchester United, Matthijs de Ligt, telah menjalani musim yang impresif bersama Setan Merah. Namun, dia merasa belum puas dan yakin masih bisa berkembang pesat.

Setelah menjalani musim perdana yang cukup mengecewakan bersama Setan Merah, Matthijs de Ligt merespons dengan sempurna dan tampil gemilang hingga saat ini.

Pentingnya De Ligt bagi MU terlihat dari total 990 menit bermain yang tersedia di Liga Inggris musim ini. Rio Ferdinand memuji De Ligt sebagai bek terbaik United, tetapi pemain asal Belanda itu belum sepenuhnya unjuk gigi dan ia mengakui hal ini selama jeda internasional.

Dari pemain baru musim lalu, De Ligt kini terlibat dalam segala hal di United dan merasa menjadi bagian penting klub. Peningkatannya telah meningkat sepuluh kali lipat.

Dan, kini De Ligt kembali ke skuad Belanda. Selama bertugas di tim nasional, ia sempat berbicara dengan Voetbal Primeur tentang performa barunya. “Tahun pertama di Liga Primer selalu sulit,” jelas De Ligt.


De Ligt Berharap MU Lanjutkan Trend Positif

Bek Manchester United asal Belanda #04, Matthijs de Ligt (2R), merayakan gol kedua mereka di menit-menit akhir bersama rekan satu timnya dalam pertandingan Premier League Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester United di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 8 November 2025. (Ben STANSALL/AFP)

“Kecepatannya, aspek fisiknya, beradaptasi dengan negara dan budaya baru. Anda bisa lihat sekarang bahwa tahun kedua seringkali lebih mudah bagi saya. Semuanya terasa lebih familiar. Saya merasa dihargai oleh semua orang."

“Saya sekarang menuju performa yang belum sering saya temukan sebelumnya. Semoga, saya bisa menunjukkannya juga bersama tim nasional Belanda,” lanjut De Ligt.

“Kami jelas masih jauh dari yang seharusnya. Saya juga tidak; kami masih bisa berkembang. Namun, kami sedang dalam tren peningkatan dan belum pernah kalah dalam lima pertandingan terakhir. Semoga, kami dapat melanjutkan tren itu setelah jeda internasional.”


Hubungan Rumit dengan Ronald Koeman

Bek Manchester United asal Belanda #04, Matthijs de Ligt (kiri), berebut bola dengan striker Tottenham Hotspur asal Brasil #09, Richarlison (kanan), dalam pertandingan Premier League Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester United di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 8 November 2025. (Ben STANSALL/AFP)

De Ligt sudah bermain sangat baik dan tim lain khawatir ia mungkin akan bermain lebih baik lagi. Salah satu kelemahan pemain nomor empat ini adalah Amorim ingin De Ligt mengembangkan umpannya, yang menjadi salah satu kekurangannya.

De Ligt memiliki hubungan yang cukup rumit dengan tim nasionalnya dan Ronald Koeman. Namun, ia terdengar senang bisa kembali bermain.

“Semuanya berjalan baik, saya senang,” kata bek berusia 26 tahun itu kepada Voetbal Primeur. “Sayang sekali [tidak dipanggil], tapi saya sudah terbiasa dengan sepak bola. Sekarang saya kembali, jadi itu pertanda baik.”


De Ligt Pantas Jadi Pemimpin Baru

Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt (kiri) berbenturan dengan lutut pemain Brentford, Kevin Schade saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Sabtu (19/10/2024). (AFP/Oli Scarff)

Kembali ke tim inti, De Ligt akan menghadapi situasi yang sangat berbeda dengan Virgil van Dijk yang tidak lagi mendominasi sebagai bek tengah seperti dulu, sehingga ada peluang nyata bagi bek United ini untuk mendapatkan tempat di tim inti Piala Dunia.

Van Dijk tampil buruk bagi Liverpool, dan tim Belanda ini kemungkinan akan segera mencari pemimpin baru di lini belakang, dengan De Ligt yang cocok untuk peran ini berkat kepercayaan dirinya yang baru.

De Ligt bisa membentuk duet brilian dengan Micky van den Ven, yang akan menjadi salah satu yang terbaik di turnamen ini. Bagi United, semua ini akan menjadi kabar baik seiring ia terus melaju menuju kategori kelas dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya