Hari Ini 1 Tahun Ruben Amorim di Manchester United: Sistem 3-4-2-1, Pemain-Pemain yang Terbuang, dan Skuad yang Lebih Padu

Setahun Ruben Amorim melatih Manchester United diwarnai teguran keras, perubahan sistem, dan perbaikan disiplin. Simak kisah lengkapnya di sini.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 11 November 2025, 17:36 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, memimpin sesi latihan tim di Kompleks Latihan Carrington di Manchester, Inggris barat laut, pada 14 Mei 2025 dalam sesi media menjelang final Liga Europa UEFA melawan Tottenham Hotspur. Final Liga Europa UEFA akan berlangsung pada 21 Mei di Bilbao. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Tepat hari ini 11 November 2025, Ruben Amorim telah menginjak satu tahun pertamanya sebagai kepala pelatih Manchester United. Perjalanan 12 bulan tersebut penuh dengan gejolak, tantangan, serta secercah harapan yang mulai muncul.

Warisan yang dia dapatkan dari Erik ten Hag boleh dibilang sudah berantakan. Sebuah insiden di ruang ganti setelah imbang 3-3 lawan Porto Oktober lalu menjadi penanda berakhirnya era Ten Hag, sekaligus membuka jalan bagi kedatangan sang pelatih Portugal ini.

Proses peralihan kekuasaan pun berlangsung cepat. Para petinggi United dari INEOS segera bergerak mencari pengganti, dengan Omar Berrada akhirnya terbang ke Lisbon untuk merampungkan pembicaraan dengan Sporting.

Meski begitu, siapa sangka bahwa pendekatan Amorim justru tak kalah tegas dari pendahulunya. Kisah setahun Amorim di Old Trafford adalah cerita tentang pelatih yang berani menyingkirkan pemain dan berpegang teguh terhadap sistem yang diyakini.


Teguran Tajam dan Standar Baru di Ruang Ganti

Gelandang Manchester United asal Kamerun #19, Bryan Mbeumo (2R), merayakan gol ketiga mereka untuk membawa timnya menang 3-0 dalam pertandingan Premier League Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 25 Oktober 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Ruben Amorim pernah dijuluki "The Poet" oleh Cristiano Ronaldo, tapi ternyata bisa sangat blak-blakan di belakang pintu tertutup.

Salah satu momen yang paling berkesan terjadi dalam pertemuan akhir musim di Carrington, usai United kalah di final Europa League dari Tottenham.

Dalam pertemuan itu, Amorim secara terbuka memberikan masukan pedas untuk Manuel Ugarte, pemain yang pernah dibimbingnya di Sporting.

Amorim menyatakan bahwa ia tidak lagi mengenali Ugarte sebagai pemain yang sama, menuding gelandang itu telah kehilangan etos kerjanya.

Kritik terhadap mantan anak asuhnya itu menimbulkan riak di antara para pemain. Namun, hal itu juga menunjukkan bahwa Amorim bersikap tegas dan adil dalam menilai usaha setiap individu.

Gaya komunikasinya yang cenderung langsung dalam pertemuan kelompok, alih-alih berbincang empat mata, menjadi bahan pembicaraan di antara skuad.

Untuk meningkatkan standar profesionalisme, Amorim juga membentuk kelompok pemimpin beranggotakan enam orang: Bruno Fernandes, Harry Maguire, Tom Heaton, Lisandro Martinez, Noussair Mazraoui, dan Diogo Dalot.

Kelompok ini diberi kepercayaan untuk menangani berbagai urusan, termasuk disiplin di dalam ruang ganti.


Perekrutan dan Perbaikan Atmosfer Tim

Bek Manchester United asal Belanda #04, Matthijs de Ligt (2R), merayakan gol kedua mereka di menit-menit akhir bersama rekan satu timnya dalam pertandingan Premier League Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester United di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 8 November 2025. (Ben STANSALL/AFP)

Upaya Amorim untuk mengubah atmosfer tim tidak hanya dilakukan melalui kata-kata, tetapi juga lewat pasar transfer. Kedatangan Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha disebut-sebut telah memberikan pengaruh positif yang signifikan.

Lanjut Baca:

Keduanya adalah pemain Premier League yang mapan dan memiliki kecintaan besar pada sepak bola, sehingga kualitas sesi latihan pun ikut terdongkrak. Di balik layar, hubungan kerja Amorim dengan Jason Wilcox, yang naik jabatan dari Direktur Teknis menjadi Direktur Sepak Bola, digambarkan sangat solid. Keduanya dikabarkan berbicara setiap hari, dengan Wilcox sering mengamati latihan dari pinggir lapangan di Carrington. Meski menjaga jarak profesional dengan pemainnya, Amorim menunjukkan sisi ramahnya dalam urusan lain. Ia membuat aturan bahwa separuh skuad harus memberikan tanda tangan untuk fans sebelum pertandingan, dan separuhnya lagi setelah laga. Amorim sendiri sering kali tinggal lebih lama usai pertandingan untuk berfoto dengan pendukung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya