Liputan6.com, Jakarta PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) melalui anak usahanya, PT PCS Internasional (PCSI), menambah armada barunya dengan kapal LPG bernama Hummingbird.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi HUMI untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan maritim terintegrasi di sektor energi, sekaligus memperluas kapasitas logistik energi serta menegaskan komitmen terhadap pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Advertisement
Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat, mengatakan penambahan Kapal Hummingbird ini menegaskan komitmen HUMI untuk terus berinvestasi tidak hanya untuk memperbesar kapasitas operasional.
“Ini komitmen kami untuk memberikan layanan pengangkutan gas yang andal dan mendukung kebutuhan dan pertumbuhan sektor energi nasional,” ungkapnya.dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (11/11/2025).
Kapal Hummingbird merupakan kapal tanker LPG berkapasitas 3.815 DWT yang dirancang khusus untuk mengangkut berbagai jenis campuran LPG seperti Propane, Butane, Propylene, Butadiene, Isoprene, dan C4 Raffinate. Kapal ini akan melayani rute domestik guna memperkuat rantai pasok energi nasional.
Terapkan Prinsip ESG
Hummingbird juga mencerminkan komitmen HUMI dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap aspek operasionalnya. Kapal ini dilengkapi dengan sistem dan teknologi ramah lingkungan seperti:
- Ballast Water Treatment System untuk mencegah pencemaran ekosistem laut,
- IHM Database Onboard untuk memantau bahan berbahaya di kapal,
- Sewage Treatment Plant Fitted guna mendukung sanitasi berstandar tinggi, dan
- Energy Efficiency Existing Ship Index (EEXI) sebagai bukti efisiensi energi sesuai ketentuan global.
“Bergabungnya Hummingbird sejalan dengan komitmen HUMI terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” lanjut Tirta.
Tambah Armada
Sepanjang 2025, HUMI menargetkan penambahan 10 armada dengan total belanja modal atau capital expenditure (CAPEX) senilai USD 39,57 juta. Hingga kini, HUMI telah menambah delapan kapal termasuk Mac Singapore, Marlin 88, Trans Pacific 201, dua kapal Self Propelled Hopper Barge (SPHB), Jeneponto 01, serta LNGC Danaputri 1. Total serapan CAPEX mencapai 134% atau senilai USD 53,15 juta.
“Penambahan 8 armada dengan serapan CAPEX mencapai 134%, hal ini sejalan dengan strategi ekspansi yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan diversifikasi portofolio usaha,” tutup Tirta.