Arsenal Dikejar Manchester City: Ini 3 Pertandingan yang Bisa Tentukan Nasib The Gunners

Arsenal menghadapi tiga laga krusial saat Pep Guardiola dan Manchester City mulai menekan dari belakang dalam perebutan gelar Liga Inggris.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 10 November 2025, 20:52 WIB
Gelandang Arsenal, Declan Rice (kanan), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang West Ham United dalam laga lanjutan Premier League 2025/2026 di Emirates Stadium, Sabtu (4/10/2025) malam WIB. (HENRY NICHOLLS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Keunggulan Arsenal di puncak klasemen kini mendapat tekanan serius dari Manchester City. Setelah kemenangan besar City atas Liverpool, banyak yang mulai menilai bahwa pasukan Pep Guardiola kembali menemukan bentuk terbaiknya.

Arsenal, yang sempat unggul empat poin, kini harus menghadapi tekanan mental dari juara bertahan yang tak pernah lelah mengejar.

Pep Guardiola membuktikan bahwa City tetap menjadi kekuatan dominan di Liga Inggris. Dengan pengalaman memenangi 12 gelar domestik sepanjang kariernya bersama Barcelona, Bayern Munchen, dan City, pelatih asal Spanyol itu tahu persis bagaimana menjaga momentum di fase penting musim.

Sementara itu, Mikel Arteta masih berusaha membawa Arsenal meraih trofi besar pertamanya sejak menjuarai Piala FA. Namun, hasil imbang di markas Sunderland pekan lalu menjadi peringatan bahwa langkah menuju gelar tak akan mudah.


Tiga Ujian Berat di Depan Mata

Pemain Arsenal, Bukayo Saka (tengah), berebut bola dengan pemain Sunderland, Granit Xhaka (kiri), dan Lutsharel Geertruida dalam pertandingan Liga Inggris di Stadium of Light, Inggris, Minggu (9/11/2025). (Owen Humphreys/PA via AP)

Arsenal kini memasuki periode krusial dengan tiga laga besar yang bisa menentukan arah musim mereka.

Setelah jeda internasional, tim London Utara itu akan melakoni derbi panas melawan Tottenham Hotspur, disusul laga berat kontra Bayern Munich di Liga Champions, dan tandang ke markas Chelsea.

Deretan pertandingan ini akan menguji mental dan konsistensi Arsenal. Bila mereka mampu menang dua kali dan menahan imbang Bayern di tengah, itu bisa menjadi bukti bahwa Arteta dan timnya benar-benar siap bersaing hingga akhir.

Namun, Guardiola dan City telah membuktikan bahwa mereka mampu menyalip Arsenal di paruh akhir musim. Itulah tantangan terbesar bagi Arteta, bukan sekadar fisik, tetapi bagaimana menjaga ketenangan dan kepercayaan diri tim di bawah tekanan.


City Kembali Jadi Ancaman Serius

Gelandang Manchester City, Rodri (kanan) merayakan dengan penyerang Erling Haaland setelah mencetak gol ke gawang Aston Villa selama pertandingan lanjutan Liga Premier Inggris di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris (13/2/2023). Kemenangan ini membuat Man City menempel Arsenal yang ada di puncak klasemen. (AFP/Paul Ellis)

Guardiola telah membentuk City baru yang tetap menakutkan. Erling Haaland kembali tampil tajam sebagai penyerang paling produktif di dunia, sementara Phil Foden menunjukkan performa terbaiknya lagi.

Kehadiran pemain muda seperti Tijjani Reijnders dan Rayan Cherki menambah dimensi baru di lini tengah.

Jeremy Doku, yang semakin konsisten, bisa menjadi senjata utama City di sisi sayap, mengisi kekosongan sejak kepergian Riyad Mahrez. Dengan kombinasi itu, City tampak siap menekan Arsenal hingga akhir musim.

Bagi Arteta, ancaman terbesar bukan hanya kualitas City di lapangan, melainkan juga pengalaman dan ketenangan yang dimiliki Guardiola.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya