Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melanjutkan kenaikan pada perdagangan Senin, (10/11/2025). Seiring kenaikan harga saham INET tersebut juga mendorong masuk top gainers pada awal pekan ini.
Mengutip data RTI, harga saham INET ditutup naik 25% ke posisi Rp 400 per saham. Harga saham INET dibuka stagnan di posisi Rp 320 per saham. Saham INET berada di level tertinggi Rp 400 dan terendah Rp 314 per saham. Total frekuensi perdagangan 95.434 kali dengan volume perdagangan 16.844.114 saham. Nilai transaksi Rp 615,9 miliar. Kapitalisasi pasar saham tercatat Rp 3,67 triliun.
Advertisement
Sementara itu, berdasarkan data Google Finance, harga saham INET selama lima hari terakhir melonjak 40,85%. Secara year to date (ytd), harga saham INET meroket 447,95%.
Kenaikan harga saham INET pada awal pekan ini, di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ditutup melemah. IHSG melemah tipis 0,04% ke posisi 8.391,24. Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.478,14 dan level terendah 8.391,24.
Sebanyak 282 saham melemah dan 371 saham menguat sehingga tahan koreksi IHSG. 157 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.697.243 kali dengan volume perdagangan 44,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,9 triliun.
Aksi Korporasi
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperkuat langkah ekspansi bisnisnya di sektor infrastruktur digital nasional dengan menandatangani Termsheet (kesepakatan awal) bersama pemegang saham PT Trans Hybrid Communication (THC).
Kesepakatan ini menjadi tahap awal bagi INET untuk mengakuisisi 60% saham THC, sekaligus memperluas portofolio bisnisnya di bidang jaringan dan layanan digital terpadu.
Langkah strategis ini menandai kolaborasi antara dua perusahaan teknologi nasional untuk memperkuat konektivitas dan layanan infrastruktur digital di Indonesia. Fokus kerja sama akan mencakup layanan fiber optik, IP transit, cloud, serta data center yang menjadi tulang punggung ekosistem digital modern.
Direktur Utama INET, Muhammad Arief Angga menuturkan, penandatanganan termsheet ini menjadi langkah awal yang penting bagi INET dalam memperluas jaringan bisnis di sektor infrastruktur digital.
"Kami melihat potensi besar dalam sinergi antara kemampuan teknologi dan jaringan THC dengan ekosistem digital INET,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, 6 November 2025.
THC sendiri merupakan penyedia infrastruktur jaringan dan solusi digital yang memiliki lisensi lengkap dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mencakup JARTUP INTERNATIONAL, JARTUP, JARTAPLOK, NAP, dan ISP.
Berdiri sejak 2006, THC telah melayani lebih dari 250 pelanggan korporasi dan operator telekomunikasi nasional maupun global, seperti Telkom, Indosat, XL Axiata, Biznet, iForte, Telekom Malaysia, hingga China Telecom.
Selain memiliki jaringan fiber optik domestik, THC juga memiliki konektivitas internasional ke Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Brunei, serta menawarkan layanan Metro-E, FTTH (DUKODU), Cloud, dan Managed Service.
Strategi Pengembangan Jaringan
Perusahaan ini juga mengantongi berbagai sertifikasi ISO, antara lain ISO 9001, 14001, 27001, 37001, dan 45001, dengan jangkauan operasional di lebih dari 20 kota besar di Indonesia.
“Sinergi dengan INET akan memperkuat strategi pengembangan jaringan serta membuka peluang akselerasi ekspansi bisnis,” ujar Direktur Utama PT Trans Hybrid Communication (THC), Fadzri Sentosa.
Penandatanganan Termsheet ini menjadi dasar bagi kedua pihak untuk melanjutkan proses due diligence dan negosiasi finalisasi Share Purchase Agreement (SPA). Setelah seluruh tahapan selesai dan disetujui oleh regulator, INET akan resmi menjadi pemegang saham pengendali THC.
Rencana akuisisi ini diharapkan memperkuat kapasitas jaringan backbone nasional, memperluas layanan data center dan cloud, serta mendukung agenda transformasi digital Indonesia melalui kolaborasi antarperusahaan teknologi lokal.