Liputan6.com, Jakarta Chelsea berhasil menjaga momentum positif dengan kemenangan 3-0 atas Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Premier League. Gol dari Malo Gusto, Joao Pedro, dan Pedro Neto memastikan The Blues tetap menempel ketat Arsenal di puncak klasemen.
Namun di balik kemenangan itu, sorotan tertuju pada Liam Delap yang tampil mengecewakan di lini depan. Striker muda Inggris itu gagal memanfaatkan kesempatan tampil sejak awal setelah kembali dari hukuman larangan bermain.
Advertisement
Pelatih Enzo Maresca terlihat mulai kehilangan kesabaran. Delap tampil tanpa kontribusi berarti sebelum akhirnya digantikan oleh Estevao pada menit ke-63, yang justru langsung memberi dampak dengan umpan untuk gol Pedro.
Performa Delap Kembali di Bawah Ekspektasi
Delap datang ke Chelsea dengan reputasi menjanjikan setelah mencetak 12 gol dari 37 laga bersama Ipswich Town musim lalu. Bahkan, ia sempat mencuri perhatian ketika mencetak gol dan assist ke gawang Chelsea pada periode tersebut.
Namun perjalanannya di Stamford Bridge tidak berjalan mulus. Cedera hamstring yang dialaminya pada Agustus lalu membuatnya absen cukup lama, dan comeback-nya justru diwarnai kartu merah saat menghadapi Wolves di ajang Carabao Cup.
Kesempatan tampil sebagai starter di laga liga kali ini semestinya menjadi ajang pembuktian. Sayangnya, Delap gagal tampil tajam dengan hanya dua tembakan dan satu tepat sasaran. Kinerjanya yang minim membuat banyak pihak menilai waktunya di skuad utama bisa segera habis.
Maresca Butuh Striker yang Lebih Efektif
Maresca secara terbuka menuntut ketajaman lebih di lini depan jika Chelsea ingin benar-benar bersaing dalam perebutan gelar.
Delap, yang mendapat penilaian 4 dari 10 untuk penampilannya melawan Wolves, belum menunjukkan kualitas sebagai solusi utama di posisi penyerang.
Estevao yang tampil sebagai pengganti justru menunjukkan efektivitas dan kreativitas yang lebih tinggi. Penampilannya diyakini akan membuka jalan menuju tempat utama di laga-laga berikutnya.
Dengan sejarah kutukan nomor sembilan yang masih menghantui Chelsea, mulai dari Andriy Shevchenko hingga Fernando Torres, Maresca kini dihadapkan pada keputusan besar, yaitu tetap bertahan dengan Delap atau memberi kesempatan bagi pemain lain.