Gua Misterius di Eropa Jadi Rumah Bagi 111.000 Ekor Laba-Laba

Bagaimana gua yang dihuni ratusan ribu laba-laba dapat hidup rukun dengan manusia?

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 09 November 2025, 21:03 WIB
Jaring laba-laba menyelimuti pepohonan dan semak-semak di tepi Danau Vistonida, Yunani, 18 Oktober 2018. Para ilmuwan menduga bentangan sarang laba-laba sepanjang 1.000 meter itu akan menghilang ketika suhu dan hujan mulai turun. (Sakis MITROLIDIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Penemuan jaring laba-laba terbesar di dunia berisi lebih dari 111.000 laba-laba ditemukan tinggal di dalam gua dekat perbatasan Yunani-Albania.

Jaring yang dihuni ini terdapat dua spesies laba-laba, yaitu Tegenaria domestica (laba-laba corong gudang atau laba-laba rumah domestik), dan Prinerigone vagans.

Menurut studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Subterranean Biology, Gua Sulfur, sebuah gua gelap gulita di Eropa Selatan, menampung koloni raksasa yang dibangun oleh dua spesies dan hidup bersama dalam ekosistem unik, dilansir dari Oddity Central, Minggu (9/11/2025).

Jaring raksasa yang membentang seluas 106 meter persegi, menutupi dinding lorong sempit di dekat pintu masuk gua yang terdapat ribuan jaringan individu berbentuk corong.

István Urák, seorang profesor biologi di Sapientia Hungarian University of Transylvania di Rumania, kepada Live Science, memberikan tanggapan mengenai penemuan tersebut hanya akan membuatnya terkagum.

"Alam masih menyimpan banyak kejutan bagi kita dan jika saya mencoba mengungkapkan semua emosi ketika melihat jaring ini, saya akan menekankan kekaguman, rasa hormat, dan rasa syukur. Sehingga Anda harus mengalaminya sendiri untuk benar-benar tahu rasanya," ujarnya.

Kedua jenis laba-laba yang berbeda spesies tampak hidup rukun di dalam gua, yang membuat para peneliti menduga bahwa kurangnya cahaya di dalam memengaruhi perilaku mereka.

Selain itu, makanan keduanya adalah serangga yang memakan biofilm mikroba putih dan bakteri pengoksidasi sulfur di dalam gua.

 

 

Adaptasi Dua Spesies

Yang membuatnya istimewa laba-laba ini dapat berjalan di atas air. Tidak hanya itu saja, hewan ini bahkan memiliki kemampuan meluncur, bahkan menyelam.(Oddee.com)

Dari mempelajari isi perut laba-laba untuk mengetahui bagaimana pola makan mereka. Laba-laba yang hidup di gua sulfur mengonsumsi serangga yang sebelumnya memakan biofilm bakteri pengoksida sulfur.

Kandungan sulfur dapat membuat mikrobioma dalam tubuh laba-laba menjadi jauh lebih beragam dibandingkan laba-laba sejenis yang hidup di luar gua. Hal ini membantu laba-laba beradaptasi dengan kondisi ekstrem gua.

Dari temuan dalam jumlah besar ini ternyata menjadi mimpi buruk bagi para arachnofobia, yaitu rasa takut berlebihan terhadap laba-laba.

Sementara itu, struktur gua yang seperti labirin dan jaring raksasa menakjubkan juga dapat menginspirasi film horor yang memacu adrenalin penonton semakin menegangkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya