Kata Presiden Mahasiswa UIN AM Sangadji Ambon soal Usulan Soeharto jadi Pahlawan Nasional

Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) AM Sangadji Ambon Safarudin Lakesubun bicara soal gagasan penetapan Presiden ke-2 Republik Indonesia H.M. Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

oleh Tim NewsDiterbitkan 08 November 2025, 22:35 WIB
Mahasiswa mencopot foto Presiden Soeharto di gedung parlemen Senayan, Jakarta pada 21 Mei 1998. Soeharto yang telah telah menjadi presiden Indonesia selama 32 tahun mundur setelah runtuhnya dukungan untuk dirinya. KEMAL JUFRI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) AM Sangadji Ambon Safarudin Lakesubun menyatakan dukungan terhadap gagasan penetapan Presiden ke-2 Republik Indonesia H.M. Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

"Soeharto adalah sosok pemimpin yang telah meletakkan fondasi kuat bagi pembangunan dan stabilitas bangsa Indonesia. Beliau berhasil membawa Indonesia keluar dari keterpurukan ekonomi dan menata arah pembangunan nasional dengan visi yang jelas," ujar Safarudin melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/11/2025).

Menurut dia, sepanjang masa kepemimpinannya, Soeharto dikenal dengan program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang menghasilkan berbagai capaian besar, seperti swasembada pangan 1984, pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 6–7% per tahun , serta pembangunan infrastruktur dan pendidikan yang masif di seluruh penjuru negeri.

Safarudin menegaskan, penilaian terhadap sejarah harus dilakukan secara utuh dan adil.

"Menghargai jasa Soeharto bukan berarti menutup mata terhadap kekurangannya, tetapi mengakui sumbangsih nyata beliau bagi Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pendirinya," ucap dia.

"Melalui pernyataan ini, presiden mahasiswa UIN A.M Sangadji Ambon mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat kembali kiprah Soeharto dengan hati yang jernih, serta mempertimbangkan penetapannya sebagai Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan pengabdian beliau bagi negeri," jelas Safarudin.

 

Alasan PDIP Minta Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Dikaji Ulang

Yasonna H Laoly (Reza Efendi/Liputan6.com)

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Yasonna H Laoly meminta usulan gelar pahlawan ke Presiden ke-2 RI Soeharto dikaji ulang. Menurut Yasonna, usulan tersebut menimbulkan kontroversi sangat tinggi.

"Sekarang terjadi pro kontra yang sangat besar ya. Jadi, reaksi-reaksi, kalau boleh ya kita berharap sebaiknya pemberian gelar pahlawan nasional betul-betul dikaji dengan baik lah," kata Yasonna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 4 November 2025.

Menurut Yasonna, pemberian gelar harus dilandasi dengan semangat reformasi, oleh karena itu usulan pemberian gelar harus dikaji dengan matang.

"Keputusan MPR yang lalu dan semangat reformasi yang lalu. Ini gerakannya saya lihat kontroversinya sangat tinggi," ungkapnya.

Yasonna menyarankan agar pemerintah untuk memberi penjelasan detail terkait usulan agar tak ingin timbul kontroversi ke depannya.

"Sebaiknya diberi penjelasan yang lebih sempurna karena ini tidak mudah. Jadi kalau pemberian gelar pahlawan nasional itu saya harap, kita berharap agar hati-hati lah," katanya.

 

Prabowo Terima 49 Nama Usulan Penerima Gelar Pahlawan, Ada Soeharto dan Gus Dur

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan Fadli Zon menyampaikan usulan tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional bertambah dari 40 menjadi 49 nama. Adapun 40 tokoh dianggap telah memenuhi syarat mendapat gelar Pahlawan Nasional, sementara 9 nama lainnya usulan dari tahun sebelumnya.

"Ada 40 nama calon pahlawan nasional yang dianggap telah memenuhi syarat dan ada sembilan nama yang merupakan bawaan, carry over, dari yang sebelumnya. Jadi totalnya ada 49 nama," kata Fadli Zon usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta Pusat, Rabu 5 November 2025.

Dari 49 nama itu, Fadli Zon menyampaikan kepada Prabowo bahwa ada 24 tokoh yang masuk daftar prioritas untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Dia tak menjelaskan secara rinci siapa saja 24 nama tersebut.

"Karena kita juga mendekati Hari Pahlawan, kita telah menyampaikan ada 24 nama dari 49 itu yang menurut, Dewan Gelar Tanda Kehormatan memerlukan, telah diseleksi mungkin bisa menjadi prioritas," ujarnya.

Menteri Kebudayaan itu menyampaikan Presiden kedua RI Soeharto masuk dalam daftar 49 nama calon Pahlawan Nasional yang dilaporkan kepada Prabowo. Dia menuturkan Soeharto telah tiga kali diusulkan menjadi Pahlawan Nasional dan kembali dipertimbangkan pada tahun ini.

"Nanti kita lihatlah ya (Soeharto). Untuk nama-nama itu memang semuanya seperti saya bilang itu memenuhi syarat ya, termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan ya. Dan juga beberapa nama lain, ada yang dari 2011, ada yang dari 2015, semuanya yang sudah memenuhi syarat," jelas Fadli.

Infografis TAP MPR Terkait Presiden Soeharto dan Presiden Abdurrahman Wahid. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya