Serangan Udara Rusia Guncang Ukraina: 7 Orang Tewas, Infrastruktur Energi Rusak di 3 Wilayah

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut bahwa lebih dari 450 drone dan 45 rudal dikerahkan dalam serangan tersebut.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 09 November 2025, 10:02 WIB
Asap mengepul dari pabrik baja Azovstal di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, saat perang antara Rusia Ukraina. (AP Photo/Alexei Alexandrov, File)

Liputan6.com, Kyiv - Rusia melancarkan gelombang serangan drone dan rudal dalam semalam di berbagai wilayah Ukraina, menewaskan tujuh orang dan merusak infrastruktur energi di tiga provinsi, menurut pejabat setempat pada Sabtu (8/11/2025).

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut bahwa lebih dari 450 drone dan 45 rudal dikerahkan dalam serangan tersebut. Di kota Dnipro, sebuah drone menghantam gedung apartemen dan menewaskan tiga orang serta melukai 12 lainnya. Tiga orang juga tewas di wilayah Zaporizhzhia, sementara satu korban jiwa tercatat di wilayah Kharkiv.

Perdana Menteri Yulia Svyrydenko melaporkan bahwa fasilitas energi di Kyiv, Poltava, dan Kharkiv mengalami kerusakan. Menteri Energi Svitlana Hrynchuk mengatakan tim darurat telah menstabilkan jaringan listrik, namun pemadaman lanjutan masih diperlukan untuk memperbaiki kerusakan.

“Kami menerapkan pemadaman darurat lebih dulu, kemudian beralih ke pemadaman bergiliran satu jam. Setelah itu sistem berhasil distabilkan,” ujar Hrynchuk dalam siaran televisi nasional. Ia menambahkan bahwa pemerintah kini sedang menilai tingkat kerusakan dan mencari sumber daya alternatif agar listrik dan pemanas dapat segera kembali menyala untuk masyarakat.

Meski upaya pemulihan tengah dilakukan, laporan media dan unggahan di media sosial menyebut pemadaman listrik masih berlangsung di setidaknya dua wilayah: Kharkiv dan Poltava, dikutip dari Japan Today, Minggu (9/11).

Perusahaan energi negara, Tsentrenergo, menyatakan serangan kali ini merupakan yang terbesar terhadap fasilitas mereka sejak invasi dimulai pada Februari 2022. Serangan tersebut memaksa penghentian operasional pembangkit listrik di wilayah Kyiv dan Kharkiv.

“Musuh menyerang seluruh kapasitas pembangkit kami secara bersamaan. Pembangkit-pembangkit kami terbakar!” kata perusahaan itu, yang memasok sekitar 8 persen listrik Ukraina, dalam sebuah pernyataan. “Saat ini, pembangkit listrik kami nol.”

Zelenskyy kembali menyerukan peningkatan tekanan sanksi internasional. “Setiap serangan Rusia terhadap infrastruktur energi—yang jelas ditujukan untuk menyulitkan warga jelang musim dingin—harus dibalas dengan sanksi yang menargetkan seluruh sektor energi Rusia,” ujarnya melalui Telegram.

Sejak awal invasi hampir empat tahun lalu, Rusia kerap menargetkan sistem energi Ukraina, terutama saat kebutuhan pemanas meningkat. Naftogaz, perusahaan energi negara, mencatat bahwa fasilitas gas telah diserang sembilan kali dalam dua bulan terakhir.

 

Serangan Drone Ukraina

Sebuah tank Rusia berangkat ke Rusia setelah latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Pasukan Tanggapan Negara Serikat, di lapangan tembak dekat Brest (15/2/2022). (Handout/Russian Defence Ministry/AFP)

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan terbaru menyasar fasilitas produksi senjata dan energi sebagai balasan atas serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia.

Mereka juga menyatakan pasukan Rusia terus bergerak maju di sekitar Pokrovsk dan Kupiansk, serta merebut sebuah desa kecil di timur Ukraina.

Di sisi lain, Ukraina secara rutin melancarkan serangan drone terhadap kilang dan fasilitas minyak di wilayah Rusia, sebagai bagian dari upaya melemahkan kemampuan Moskow membiayai perang—terlebih setelah jalur diplomasi perdamaian menemui jalan buntu.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan telah menembak jatuh 406 drone dan sembilan rudal Rusia, sementara 26 rudal serta 52 drone lainnya menghantam 25 lokasi berbeda.

Pemerintah Ukraina bersama perusahaan energi kini tengah bekerja memulihkan pasokan listrik, air, dan pemanas. Di wilayah Poltava, dua kota besar—Kremenchuk dan Horishni Plavni—masih mengalami pemadaman luas dan mengandalkan generator untuk kebutuhan air bersih, ujar pejabat setempat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya