4 Fakta Menarik Usai Laga Tottenham vs Manchester United Berakhir 2-2: Unggul, Tertinggal, Lalu Selamat!

Tottenham Hotspur dan Manchester United memainkan laga penuh drama pada pekan ke-11 Premier League 20252/2026

oleh Asad ArifinDiterbitkan 09 November 2025, 09:50 WIB
Bek Manchester United asal Belanda #04, Matthijs de Ligt (2R), merayakan gol kedua mereka di menit-menit akhir bersama rekan satu timnya dalam pertandingan Premier League Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester United di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 8 November 2025. (Ben STANSALL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pertandingan pekan ke-11 Premier League 2025/2026 antara Tottenham Hotspur dan Manchester United berakhir dengan drama besar di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (8/11) malam WIB.

Kedua tim bermain imbang 2-2 dalam laga penuh tensi yang menyajikan emosi hingga menit-menit terakhir.

Manchester United sempat memimpin lebih dulu melalui sundulan Bryan Mbeumo di babak pertama, namun Tottenham bangkit lewat aksi Mathys Tel dan Richarlison di penghujung laga.

Tapi drama belum berakhir, Matthijs de Ligt mencetak gol penyeimbang di menit ke-96 untuk menyelamatkan satu poin bagi tim tamu.

Hasil ini membuat United memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi lima pertandingan di Premier League, sementara Tottenham kembali gagal menuntaskan laga yang seharusnya bisa mereka menangkan.

Berikut empat fakta menarik dari duel panas di London tersebut.


1. Dua Kali Imbang 2-2, Dua Kali Diselamatkan di Ujung Laga

Bek Manchester United asal Belanda #04, Matthijs de Ligt, mengoper bola selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Chelsea di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 3 November 2024. (Paul ELLIS/AFP)

Manchester United tampaknya mulai menjadikan hasil 'imbang dramatis' sebagai kebiasaan baru. Ini adalah hasil imbang 2-2 kedua secara beruntun bagi pasukan Ruben Amorim, dan menariknya, kedua laga itu diakhiri dengan gol penyama di menit-menit akhir.

Setelah pekan lalu menyelamatkan satu poin di masa tambahan waktu, United kembali melakukannya di markas Spurs. Mental pantang menyerah yang mulai terbangun di bawah Amorim jelas menjadi modal berharga, meski juga menyoroti inkonsistensi yang masih menghantui performa mereka.


2. Tottenham Kehilangan Kemenangan di Ujung Waktu untuk Pertama Kalinya

Penyerang Tottenham Hotspur asal Brasil #09, Richarlison (3 kiri), berebut dengan bek Manchester United asal Prancis #15, Leny Yoro (2 kiri), dan penyerang Manchester United asal Pantai Gading #16, Amad Diallo (tengah), dalam pertandingan Premier League Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester United di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 8 November 2025. (Ben STANSALL/AFP)

Bagi Tottenham, hasil ini terasa pahit. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah Premier League mereka unggul di menit ke-90 atau lebih, namun gagal meraih kemenangan. Gol Richarlison di menit ke-91 seharusnya menjadi momen penentu tiga poin, tapi lini belakang Spurs kehilangan fokus di detik terakhir.

Pelatih Thomas Frank tentu punya alasan untuk kecewa, tapi juga pembenaran tersendiri. Keputusannya menarik Xavi Simons dan memasukkan Mathys Tel sempat dicemooh fans di stadion, namun justru Tel yang mencetak gol penting untuk membangkitkan harapan sebelum semua buyar akibat gol De Ligt di masa injury time.


3. Catatan Unik United: Dua Kali Unggul, Dua Kali Tertinggal, Dua Kali Selamat

Aksi Amad Diallo dalam laga Tottenham vs Manchester United di final Liga Europa 2024/2025, Kamis (22/5/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Manchester United menorehkan rekor langka dalam sejarah Premier League. Mereka menjadi tim pertama sejak Manchester City pada Mei dan Agustus 2012 yang mencetak gol lebih dulu, lalu tertinggal, dan akhirnya tetap terhindar dari kekalahan dalam dua pertandingan liga berturut-turut.

Konsistensi mereka dalam bangkit dari tekanan menunjukkan karakter tim yang mulai terbentuk. Namun di sisi lain, hal ini juga memperlihatkan bagaimana United masih kerap gagal menjaga keunggulan dan kontrol permainan setelah memimpin.


4. Mathys Tel, Super Sub yang Jadi Ancaman Baru

Mathys Tel merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu (8/11/2025) malam WIB di Tottenham Hotspur Stadium. (Ben STANSALL / AFP)

Nama Mathys Tel patut mendapat sorotan besar dari laga ini. Masuk sebagai pemain pengganti, ia hanya butuh empat menit 45 detik untuk mencetak gol yang membuat Tottenham sempat berharap menang. Efisiensinya di depan gawang terus meningkat pesat.

Dari delapan penampilan di Premier League musim ini, Tel sudah mencetak dua gol, menyamai jumlah golnya sepanjang musim lalu yang tercipta dalam 13 laga. Efektivitasnya sebagai super sub memberi sinyal kuat bahwa pemain muda Prancis ini bisa menjadi kartu truf penting bagi Thomas Frank musim ini.

Sumber: FotMob


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya