Mikel Arteta Akui Arsenal Lengah Saat Ditahan Imbang Sunderland

Mikel Arteta harus puas melihat Arsenal hanya bermain imbang 2-2 saat menghadapi Sunderland di Stadion of Light, Sabtu (8/11/2025) malam WIB. Hasil ini membuat The Gunners gagal meraih kemenangan kesembilan mereka di Liga Inggris musim ini.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 09 November 2025, 03:34 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dalam pertandingan Liga Inggris melawan Sunderland di Stadium of Light, Inggris, Minggu (9/11/2025). (Richard Sellers/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Mikel Arteta harus puas melihat Arsenal hanya bermain imbang 2-2 saat menghadapi Sunderland di Stadion of Light, Sabtu (8/11/2025) malam WIB. Hasil ini membuat The Gunners gagal meraih kemenangan kesembilan mereka di Liga Inggris musim ini.

Arsenal sempat tertinggal lebih dulu lewat gol spektakuler Dan Ballard di babak pertama. Namun, tim London Utara berhasil bangkit melalui gol Bukayo Saka dan Leandro Trossard yang nyaris membawa mereka pulang dengan tiga poin.

Sayangnya, mimpi itu pupus di masa tambahan waktu setelah Brian Brobbey mencetak gol penyeimbang untuk Sunderland. Hasil tersebut membuat Arsenal membuka peluang bagi Manchester City dan Liverpool untuk mendekat di klasemen.

Arteta mengakui laga itu berjalan sulit sejak awal karena Sunderland tampil disiplin dan efisien. Ia juga menilai timnya harus lebih fokus dalam menghadapi situasi bola-bola langsung dari lawan.


Sunderland Tampil Menyulitkan

Pemain Arsenal, Jurrien Timber (kiri), berebut bola dengan pemain Sunderland, Enzo Le Fee, dalam pertandingan Liga Inggris di Stadium of Light, Inggris, Minggu (9/11/2025). (Owen Humphreys/PA via AP)

Arteta mengakui bahwa Sunderland memberikan perlawanan sengit dan membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan. Ia menyebut cara bermain tuan rumah sangat efektif dalam menekan dan memaksa Arsenal bertahan di area tertentu.

Pelatih asal Spanyol itu menilai hasil imbang ini terasa menyakitkan karena Arsenal sudah berada di ambang kemenangan. Ia menyebut kesalahan kecil di akhir laga menjadi penyebab dua poin melayang.

“Ini ujian yang sangat berat. Kami tahu mereka akan tampil seperti itu, membuat semuanya sulit bagi kami,” ujar Arteta usai laga.

“Mereka memaksa permainan ke area tertentu yang harus kami hadapi. Pada akhirnya, kami sangat sial karena kebobolan di menit akhir,” tambahnya.


Evaluasi di Paruh Waktu

Pemain Arsenal, Bukayo Saka (tengah), berebut bola dengan pemain Sunderland, Granit Xhaka (kiri), dan Lutsharel Geertruida dalam pertandingan Liga Inggris di Stadium of Light, Inggris, Minggu (9/11/2025). (Owen Humphreys/PA via AP)

Arteta menjelaskan bahwa ia sempat memberikan pesan tegas kepada para pemain di ruang ganti saat jeda babak pertama. Ia ingin timnya lebih tajam dalam memanfaatkan peluang dan tidak mengulangi kesalahan saat bertahan.

Menurutnya, Arsenal sudah mempersiapkan diri menghadapi gaya bermain Sunderland, namun eksekusi di lapangan masih kurang maksimal. Meski sempat membalikkan keadaan, Arsenal kembali lengah di penghujung laga.

“Kami harus tampil lebih baik, terutama melihat cara kami kebobolan gol pertama,” kata Arteta.

“Semua sudah jelas, kami tahu apa yang mereka lakukan dan kami berlatih untuk itu. Kami mencetak gol kedua, tapi satu bola langsung lagi dari mereka berujung kebobolan,” ujarnya.


Soroti Gol yang Terjadi dengan Pola Sama

Pemain Arsenal, Mikel Merino (tengah), berebut bola dengan pemain Sunderland, Enzo Le Fee (kiri) dan Noah Sadiki, dalam pertandingan Liga Inggris di Stadium of Light, Inggris, Minggu (9/11/2025). (Richard Sellers/PA via AP)

Arteta menyoroti fakta bahwa kedua gol Sunderland lahir dari situasi yang serupa. Ia menyebut timnya harus belajar dari hal itu agar tidak mengulangi kesalahan di laga berikutnya.

Meskipun kecewa, pelatih berusia 43 tahun itu tetap memberikan pujian kepada Sunderland atas ketangguhan mereka. Ia menilai Ballard dan Brobbey tampil luar biasa dalam menciptakan momen penting bagi tim tuan rumah.

“Mereka mencetak dua gol lewat bola langsung, dua flick, dan pola yang sama,” ujar Arteta.

“Tapi kredit untuk lawan. Mereka punya Ballard dan mereka menciptakan momen seperti itu. Mereka bisa mencetak gol seperti itu dan itulah alasan mereka berada di posisi sekarang,” tutupnya.


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya