Liputan6.com, Jakarta Matheus Cunha mengusung ambisi besar sejak bergabung dengan Manchester United. Pemain asal Brasil itu menegaskan tekadnya untuk mengembalikan “masa kejayaan” Setan Merah, meski ia sadar jalan menuju status legenda klub masih panjang.
Didatangkan dari Wolverhampton dengan mahar mencapai £62,5 juta, Cunha mulai menunjukkan performa menjanjikan.
Advertisement
Namun, perbandingan dengan sosok ikonik seperti Eric Cantona dianggapnya masih terlalu dini.
Reaksi Matheus Cunha
Dalam wawancara eksklusif bersama The Sun, Cunha tak menampik rasa bangganya ketika namanya dikaitkan dengan legenda Prancis tersebut, tetapi ia tetap menapaki kariernya dengan kerendahan hati.
“Wow, Cantona itu pemain luar biasa,” ujar Cunha.
“Saya masih harus melakukan banyak hal untuk bisa dibandingkan dengannya. Tapi jika orang melihat saya punya semangat yang sama untuk klub ini, saya anggap itu hal positif.”
Harapan Matheus Cunha
Cantona sendiri menjadi simbol kebangkitan Manchester United ketika datang dari Leeds pada November 1992. Ia membantu mengakhiri penantian 26 tahun klub tanpa gelar liga dan membuka era dominasi di bawah Sir Alex Ferguson, dengan torehan empat trofi Premier League dalam lima musim.
Cunha berharap bisa mengikuti jejak sang legenda, meski dengan caranya sendiri. “Saya baru di klub ini, dan segalanya terasa baru. Fokus saya hanya satu, membawa kembali hari-hari kejayaan Manchester United,” tegasnya.
Dengan semangat dan determinasi seperti itu, para penggemar United kini menaruh harapan besar bahwa Matheus Cunha bisa menjadi bagian dari kebangkitan klub menuju puncak kejayaan sepak bola Inggris dan Eropa.
Sumber: The Sun