Mensos soal Dugaan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Korban Bullying: Jangan Berspekulasi!

Menteri Sosial (Mensos), Safullah Yusuf meminta tak ada spekulasi bahwa terduga pelaku peledakan SMAN 72 Jakarta adalah korban bully. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons komentar simpang siur di media sosial.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 08 November 2025, 18:11 WIB
Menteri Sosial (Mensos), Safullah Yusuf

Liputan6.com, Jakarta- Menteri Sosial (Mensos), Safullah Yusuf meminta tak ada spekulasi bahwa terduga pelaku peledakan SMAN 72 Jakarta adalah korban bully. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons komentar simpang siur di media sosial.

"Kita tunggu dan kita jangan berspekulasi!" tegas pria karib disapa Gus Ipul usai menjenguk korban peledakan yang tengah menjalani rawat inap di RS Yarsi Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Gus Ipul menambahkan, meski bertemu dan bercengkarama bersama para korban yang dirawat di RS Yarsi, tidak ada pembicaraan sensitif yang menyinggung isu bully.

"Memang kami tadi ketemu (korban) tapi tidak bisa atau tidak memungkinkan untuk bicara lebih detil (soal sensitif)," jelas dia.

Gus Ipul menuturkan, hal yang dibicarakan hanya sebatas memastikan kondisi mereka secara umum. Salah satunya soal pendengaran mereka yang terganggu pasca insiden ledakan.

"Kemudian kita cerita-cerita ringan juga soal posisi korban lagi di mana saat terjadi. Kemudian apa yang mereka lakukan, itu saja dan di sebelahnya ada orang tuanya yang mendampingi. Jadi ringan-ringan," tutur dia.

Gus Ipul berharap, publik tidak terseret berita yang belum valid apalagi terjebak hoaks.

"Kita perlu mendengarkan penjelasan resmi, tidak terbawa oleh berita-berita hoax, berita-berita yang mungkin belum tentu benar, kita tunggu beberapa waktu depan," dia memungkasi.

Muncul Isu Terduga Pelaku Korban Bullying

Siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta berinisial S mengungkap dugaan adanya perundungan yang mungkin berkaitan dengan insiden ledakan saat salat Jumat di sekolah.

“Saya dapat info katanya pelakunya terindikasi siswa. Mungkin karena dia tuh korban bully jadi ingin balas dendam,” tutur S di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dengan pakaian masih berlumuran darah teman-temannya, S menceritakan ledakan terjadi di tengah masjid saat salat Jumat hendak dimulai. Para siswa langsung panik dan berhamburan keluar.

“Kronologi sebelum salat Jumat lagi mau khutbah selesai, lagi mau iqomah, tiba-tiba ada ledakan. Dari tengah masjid. Ada ledakan kita kabur, nyelamatin teman-teman, setelah nyelametin teman-teman ada ledakan lagi kedua kali,” jelas dia.

Ledakan kedua terdengar di belakang sekolah. Sementara terduga pelaku diketahui merupakan seniornya yakni kelas XII.

“Tadi benar-benar panik banget saya gendongin satu-satu bantu ngobatin korbannya. Untung saya belajar dari online cara ngobatin pasien jadi Alhamdulillah bisa ngobatin sampai dibawa ke Rumah Sakit Islam,” ungkapnya.

S mengaku sempat melihat percikan api. Saat peristiwa, telinganya turut berdengung hingga tidak dapat mendengar apapun.

“Lagi ramai banget, penuh (masjid), tapi di atas lagi tidak ada orang,” S menandaskan.

Respons Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjawab kabar terduga pelaku ledakan SMA 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara merupakan korban bullying. Listyo menekankan pihaknya masih mendalami motif terduga pelaku, salah satunya dugaan bullying.

"Untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagi macam informasi, tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat diinformasikan," kata Listyo dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dia menjelaskan terduga pelaku saat ini masih menjalani operasi di rumah sakit. Polri juga sudah mengantongi identitas terduga pelaku ledakan SMA 72 Jakarta Utara dan mendalami lingkungan tempat tinggalnya.

"Sementara untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami," jelasnya.

Listyo memastikan hingga kini belum ada korban meninggal akibat insiden ledakan di SMAN 72. Total korban luka-luka mencapai 50 sampai 60 orang, dua di antaranya menjalani operasi.

"Yang jelas sampai saat ini korban meninggal dunia belum ada, namun ada dua yang dilaksanakan operasi, dan sisanya dilaksanakan proses perawatan dan mudah-mudahan bisa berangsur-angsur kembali pulang," tutur Listyo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya