Banyak Tol Sepi, Ternyata Ini Biang Keroknya

Sejumlah ruas tol di Indonesia kembali menjadi sorotan akibat rendahnya volume lalu lintas

oleh Septian DenyDiterbitkan 08 November 2025, 18:00 WIB
Tol Manado-Bitung. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah ruas tol di Indonesia kembali menjadi sorotan akibat rendahnya volume lalu lintas, meski telah beroperasi penuh. Tingginya tarif dan kurangnya konektivitas dengan jalur distribusi menjadi kendala utama rendahnya penggunaan tol.

Masalah ini mencuat lantaran terdapat 21 ruas jalan tol di Indonesia dengan tingkat trafik di bawah 50 persen dari asumsi yang tercantum dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Data tersebut merujuk pada realisasi tahun 2024.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS) Gibran Sesunan, persoalan utama justru terletak pada perencanaan pemerintah sendiri. Ia menilai studi kelayakan (feasibility study) yang menjadi dasar pembangunan tol selama ini terlalu optimistis dan tidak realistis terhadap kondisi ekonomi serta pola mobilitas masyarakat.

“Optimisme yang berlebihan membuat proyeksi lalu lintas dalam studi kelayakan tidak sesuai dengan kenyataan. Akibatnya, banyak proyek yang akhirnya merugi dan sulit memenuhi standar pelayanan minimum,” ujar Gibran, dikutip dari Antara, Sabtu (8/11/2025).

Ia juga menyoroti mahalnya tarif sebagai faktor penghambat utama. Beberapa contoh tol yang dibangun dengan orientasi logistik tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur yang telah dihadirkan belum sepenuhnya memberikan nilai tambah untuk rantai pasok nasional.

Padahal, peningkatan akses logistik memiliki peran besar sebagai tulang punggung konektivitas ekonomi dan dapat mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi.

Hingga kini, belum ada langkah konkret untuk menurunkan tarif atau meninjau ulang desain bisnis tol-tol yang gagal menarik pengguna. Padahal permasalahan rendahnya trafik pada hingga 21 ruas jalan tol ini berpotensi menjadi bom waktu seperti kegagalan pengembalian investasi yang dapat menghambat pengembangan dan pembangunan proyek jalan tol baru di masa depan, hingga terhambatnya pertumbuhan ekonomi.

 

21 Jalan Tol Alami Kerugian Akibat Sepi Pengendara

Tol Manado-Bitung. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa 21 ruas tol yang dioperasikan oleh sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) saat ini mengalami kerugian. Hal ini disebabkan oleh volume kendaraan yang melintas, atau traffic, jauh lebih rendah dari perkiraan awal.

Dalam Rapat Panja bersama Komisi V DPR RI pada Rabu (24/9/2025), Dody Hanggodo menjelaskan bahwa realisasi volume lalu lintas di 21 ruas tol tersebut masih di bawah 50% dari asumsi yang tertuang dalam perjanjian.

"Masih ada beberapa badan usaha jalan tol yang realisasi volume lalu lintas atau trafiknya jauh lebih rendah daripada yang kami asumsikan dalam perjanjian pengusahaan jalan tol," jelas Dody dikutip dari siaran langsung Youtube TV Parlemen, Rabu (24/9/2025).

Dody menambahkan, rendahnya jumlah kendaraan yang melintas berdampak langsung pada pendapatan BUJT yang tidak sebanding dengan biaya operasional dan pemeliharaan. Kondisi ini membuat perusahaan pengelola tol kesulitan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan pemerintah.

"Akibatnya, pendapatan tol tidak tercapai dan BUJT mengalami kesulitan membiayai pemeliharaannya sehingga pemenuhan SPM pun tidak bisa optimal," paparnya.

    

Daftar Tol

Tol Manado-Bitung. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berikut daftar 21 ruas tol yang menghadapi masalah tersebut beserta operatornya:

  1. PT Jasamarga Manado: Ruas Tol Bitung - Tol Manado - Bitung
  2. PT Waskita Bumi Wira: Ruas Tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar
  3. PT Jasamarga Bali Tol: Ruas Tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa
  4. PT Cibitung Tanjung Priok Port: Ruas Tol Cibitung - Cilincing
  5. PT Hutama Karya (Persero): Ruas Tol Sigli - Banda Aceh
  6. PT Hutama Karya (Persero): Ruas Tol Lubuk Linggau - Curup - Bengkulu
  7. PT Hutama Karya (Persero): Ruas Tol Simpang Indralaya - Muara Enim
  8. PT Hutama Karya (Persero): Ruas Tol Palembang - Indralaya
  9. PT Hutama Marga Waskita: Ruas Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Parapat
  10. PT Jakarta Toll Road Development: Ruas 6 Tol Dalam Kota
  11. PT Wijaya Karya Serang Panimbang: Ruas Tol Serang - Panimbang
  12. PT PP Semarang Demak: Ruas Tol Semarang - Demak
  13. PT Jasamarga Jogja Solo: Ruas Tol Yogyakarta - Solo - NYIA Kulonprogo
  14. PT Semesta Marga Raya: Ruas Tol Kanci - Pejagan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya