UMKM Jadi Penopang Utama, Industri Alas Kaki Nasional Alami Pertumbuhan Positif

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 07 November 2025, 14:55 WIB
UMKM Jadi Penopang Utama, Industri Alas Kaki Nasional Alami Pertumbuhan Positif
Industri alas kaki nasional Indonesia menunjukkan kinerja yang positif dan kian menggeliat di tengah pemulihan ekonomi. Situasi ini ditandai dengan pertumbuhan impresif yang melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan nilai ekspor. Pada triwulan I tahun 2025, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh sebesar 8,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12% dan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,60%. Kinerja ekspor pun menunjukkan lonjakan positif. Selama Januari hingga Agustus 2025, nilai ekspor alas kaki Indonesia menembus 5,16 miliar dolar AS atau sekitar Rp86,2 triliun — naik 11,89 persen dari periode yang sama tahun 2024. Untuk diketahui, sebagai langkah untuk memperkuat sektor riil, pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 2,3 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini diharapkan mampu menyerap hingga empat juta tenaga kerja baru di berbagai bidang. Dengan sinergi antara industri, UMKM, dan kebijakan pemerintah, sektor alas kaki nasional terus melangkah mantap menuju kemandirian ekonomi.
Aktivitas pekerja saat menyelesaikan pembuatan sandal wanita di pabrik rumahan Pesan Sepatu Indonesia, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025). Industri alas kaki nasional Indonesia menunjukkan kinerja yang positif dan kian menggeliat di tengah pemulihan ekonomi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Situasi ini ditandai dengan pertumbuhan impresif yang melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan nilai ekspor. Tampak dalam foto, pekerja saat menyelesaikan pembuatan sandal wanita di pabrik rumahan Pesan Sepatu Indonesia, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Pada triwulan I tahun 2025, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh sebesar 8,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Tampak dalam foto, pekerja saat menyelesaikan pembuatan sandal wanita di pabrik rumahan Pesan Sepatu Indonesia, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Angka tersebut jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12% dan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,60%. Tampak dalam foto, pekerja saat menyelesaikan pembuatan sandal wanita di pabrik rumahan Pesan Sepatu Indonesia, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Kinerja ekspor pun menunjukkan lonjakan positif. Selama Januari hingga Agustus 2025, nilai ekspor alas kaki Indonesia menembus 5,16 miliar dolar AS atau sekitar Rp86,2 triliun — naik 11,89 persen dari periode yang sama tahun 2024. Tampak dalam foto, pekerja saat menyelesaikan pembuatan sandal wanita di pabrik rumahan Pesan Sepatu Indonesia, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Untuk diketahui, sebagai langkah untuk memperkuat sektor riil, pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 2,3 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tampak dalam foto, pekerja saat menyelesaikan pembuatan sandal wanita di pabrik rumahan Pesan Sepatu Indonesia, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Program ini diharapkan mampu menyerap hingga empat juta tenaga kerja baru di berbagai bidang. Dengan sinergi antara industri, UMKM, dan kebijakan pemerintah, sektor alas kaki nasional terus melangkah mantap menuju kemandirian ekonomi. Tampak dalam foto, pekerja saat menyelesaikan pembuatan sandal wanita di pabrik rumahan Pesan Sepatu Indonesia, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya