Industri Keuangan dan Teknologi Ciptakan Miliarder Terbanyak pada 2025

Selain sektor keuangan, sejumlah sektor ini akan menciptakan miliarder ke depan. Berikut ulasannya.

oleh Haniah NabilahDiterbitkan 07 November 2025, 21:00 WIB
Miliarder atau Orang Terkaya Dunia Warren Buffet. Foto: Yuri Gripas/AFP

Liputan6.com, Jakarta - Industri keuangan dan teknologi mencatatkan jumlah miliarder terbanyak pada 2025, dengan sektor teknologi mengalami pertumbuhan tercepat. Lalu, apa yang menjadi pendorong utama fenomena ini?

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (7/11/2025), pada 2025, industri keuangan dan investasi tetap mendominasi dalam menciptakan miliarder baru, dengan 464 individu yang kini terdaftar sebagai miliarder, menurut laporan terbaru dari Forbes dan Visual Capitalist. Industri ini mencatatkan kontribusi 15,3% dari total populasi miliarder dunia, meskipun ada sektor lain yang mengalami pertumbuhan pesat, khususnya teknologi.

Keuangan dan Investasi Masih Jadi Mesin Pencipta Kekayaan

Industri keuangan masih menjadi tempat utama bagi miliarder, dengan nama-nama besar seperti Warren Buffett yang masih mendominasi. Perusahaan investasi miliknya, Berkshire Hathaway, terus mencatatkan keuntungan stabil berkat investasi luas di berbagai sektor, seperti perkeretaapian, dan asuransi. Kekayaan bersih Buffett diperkirakan mencapai USD 154 miliar atau Rp 2.571 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.696) pada 2025.

Sektor Teknologi Tumbuh Pesat, Tambahkan Miliarder Baru

Industri teknologi, meskipun berada di posisi kedua, menunjukkan pertumbuhan tercepat dengan total 401 miliarder pada 2025. Sektor ini menyumbang hampir 14% dari total miliarder global, dengan 59 miliarder baru bergabung hanya dalam satu tahun terakhir. Kenaikan ini didorong oleh permintaan yang terus meningkat terhadap teknologi berbasis AI, cloud computing, dan semikonduktor, yang menjadi bahan bakar utama perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir.

Di puncak daftar miliarder teknologi, Mark Zuckerberg memimpin dengan kekayaan yang melonjak menjadi $216 miliar, berkat kesuksesannya dalam mengembangkan Meta. Sektor ini juga telah melahirkan miliarder muda seperti Alexandr Wang, pendiri Scale AI, yang pada usia 28 tahun sudah mengukir kekayaan besar berkat kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar.

Manufaktur dan Mode Ikut Mengukir Prestasi

Chairman, sekaligus Chief Executive LVMH Bernard Arnault berpose setelah presentasi program "Kehidupan" lingkungan grup (LVMH Initiatives For the Environment) pada 25 September 2019 di kantor pusat LVMH di Paris. Prancis. (ERIC PIERMONT/AFP)

Manufaktur menjadi sektor ketiga terbesar dalam menciptakan miliarder, dengan total 342 miliarder. Reinhold Würth, pemimpin dari Wurth Group, adalah orang terkaya dalam sektor ini dengan kekayaan mencapai USD 35,1 miliar atau Rp 586,98 triliun.

Industri mode dan ritel juga mencatatkan angka yang signifikan, dengan 297 miliarder, dan Bernard Arnault dari LVMH tetap mendominasi sektor ini dengan kekayaan USD 178 miliar atau Rp 2.972 triliun.

Sektor kesehatan turut berkontribusi dengan 230 miliarder baru pada 2025, didorong oleh perkembangan perusahaan-perusahaan besar seperti HCA Healthcare, yang dipimpin oleh Thomas Frist Jr. dengan kekayaan USD 27 miliar atau Rp 450,8 triliun.

Elon Musk Pengaruh Besar di Berbagai Sektor

Meskipun Elon Musk terlibat dalam berbagai sektor teknologi, AI, dan bahkan manufaktur, ia masih digolongkan sebagai miliarder otomotif, berkat Tesla. Kekayaannya yang diperkirakan mencapai USD 342 miliar atau Rp 5.709 miliar (atau USD 428 miliar atau Rp 7.145 triliun menurut Forbes) tidak dihitung dalam sektor teknologi karena saham pengendalinya di Tesla. Namun, keberagaman usaha Musk, yang mencakup teknologi, energi terbarukan, dan luar angkasa, menunjukkan bahwa banyak miliarder kini menguasai berbagai sektor sekaligus.

 

Mengapa Sektor Keuangan Masih Memimpin?

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

Industri keuangan tetap unggul karena sifatnya yang memungkinkan penggandaan kekayaan secara langsung. Investor dan manajer dana lindung nilai dapat menghasilkan miliaran dolar AS tanpa perlu membangun infrastruktur fisik atau mempekerjakan ribuan karyawan. Ini memberikan keuntungan yang lebih cepat dibandingkan sektor lain seperti manufaktur atau teknologi.

Namun, dengan perkembangan pesat sektor teknologi, khususnya AI, banyak yang memperkirakan teknologi akan semakin mengancam dominasi keuangan di masa depan, karena potensi margin keuntungan yang tinggi dan pasar yang terus berkembang pesat.

Prospek Industri di Masa Depan

Dengan teknologi yang terus berkembang, terutama dalam bidang AI dan cloud computing, serta potensi sektor lain seperti energi terbarukan dan kesehatan, kita bisa mengharapkan lebih banyak miliarder yang berasal dari sektor-sektor ini dalam beberapa tahun ke depan. Namun, untuk saat ini, sektor keuangan tetap menjadi pilihan utama untuk membangun kekayaan dan mencapai status miliarder di dunia.

Industri yang penuh inovasi ini, meskipun beragam, membuktikan bahwa kekayaan masa depan akan terus berkembang di banyak sektor, dan miliarder masa kini semakin beragam dalam membangun kekayaan lintas industri.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya