Liputan6.com, Jakarta Manchester United akan kembali bersua Tottenham akhir pekan ini, dalam laga yang sarat muatan emosional. Duel ini menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak final Liga Europa 2025 di Bilbao pada 21 Mei lalu. Saat itu, United harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Spurs.
Gol tunggal Brennan Johnson di babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat itu. Meski secara statistik United unggul jauh, nasib berkata lain di Stadion San Mames. Kekalahan tersebut terasa pahit karena The Red Devils sejatinya tampil dominan dari awal hingga akhir laga.
Advertisement
United menguasai 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan, empat di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Tottenham hanya mencatatkan tiga tembakan dan satu yang mengarah ke gawang — yang akhirnya berbuah gol penentu kemenangan. Secara permainan, tim asuhan Ruben Amorim unggul, namun kurang beruntung.
Kini, beberapa bulan berselang, situasinya berbeda. Amorim menyebut timnya sudah tumbuh lebih matang setelah kegagalan di Bilbao. Ia menilai kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting bagi skuadnya untuk menjadi tim yang lebih tangguh dan efisien.
Amorim: MU Kini Lebih Matang dan Percaya Diri
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menilai timnya sudah banyak berkembang sejak kekalahan di final Liga Europa musim lalu. Menurutnya, skuad Setan Merah kini memiliki karakter, pemahaman taktik, dan mental yang jauh lebih kuat.
“Karakteristik para pemain, kami memiliki karakteristik yang berbeda di tim kami, tetapi kami juga memiliki banyak pemain yang bermain tahun lalu,” ujar Amorim, dikutip dari Goal. “Kami adalah tim yang lebih baik, kami bermain lebih baik, dan kami lebih memahami permainan. Kami lebih percaya diri.”
Amorim menilai perubahan besar terlihat dari cara timnya mengelola momen dalam pertandingan. Ia menyebut bahwa United kini lebih mampu mengontrol tempo permainan, bahkan saat dalam tekanan. Hal itu menurutnya menjadi faktor penting untuk meraih kemenangan di level tertinggi.
“Saat ini, kami bermain dengan kepercayaan diri yang berbeda. Kami mengelola momen-momen pertandingan dengan lebih baik,” kata Amorim. “Tetapi jika Anda ingat pertandingan itu, mereka memiliki tembakan tepat ke gawang dan memenangkan pertandingan. Saya mengharapkan pertandingan yang berbeda. Kami bisa bermain lebih baik, tetapi juga memiliki sedikit keberuntungan untuk memenangkan pertandingan.”