Gegara Percaya Pengobatan Alternatif, Pasien Kanker Payudara Datang ke Dokter Sudah Stadium Lanjut

Ketakutan terhadap kemoterapi dan rumor seputar pengobatan kanker masih membuat banyak pasien memilih jalan alternatif. Padahal pengobatan medis terbukti lebih efektif dan terukur.

oleh Titin Sahra MelaniDiterbitkan 07 November 2025, 14:00 WIB
Pilih pengobatan alternatif, banyak pasien kanker payudara berobat ketika sudah stadium lanjut. (Foto: Freepik.com)

Liputan6.com, Jakarta Masih banyak perempuan Indonesia yang takut terhadap kanker payudara. Ironisnya, rasa takut itu justru membuat perempuan enggan memeriksakan diri ke dokter.

“Tidak mau memeriksakan karena takut ‘Eh ketahuan ada kanker’ gitu,” kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik Profesor Ikhwan Rinaldi saat sesi Edukasi Media terkait Tipe Kanker HER2+ di RS Gading Pluit, Jakarta Utara pada Kamis, 6 November 2025.  

Kerap juga terjadi ketika sudah ditemukan adanya benjolan, pasien menolak menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Belum lagi kalau sudah ketahuan ada benjolan gitu, terus ada kanker, melangkah untuk tindakan diagnostik lebih lanjutnya tidak mau,” ungkapnya.

Rumor soal Kanker Payudara Bikin Pasien Ragu

Belum lagi soal rumor yang banyak beredar terkait payudara membuat pasien semakin ragu. Misalnya, anggapan bahwa biopsi bisa menyebabkan kanker menyebar atau kemoterapi bisa memperburuk kondisi pasien.

Alhasil, banyak yang memilih tidak datang ke dokter dan mencari pengobatan alternatif. Padahal kondisi ini justru berbahaya karena datang dokter dalam keadaan kanker sudah stadium lanjut. 

Profesor dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM mengatakan masih banyak perempuan di Indonesia yang takut terkait kanker payudara. Rasa takut membuat banyak perempuan telat terdiagnos. Hal ini ia sampaikan dalam Sesi Edukasi Media Terkait Tipe Kanker HER2+ di RS Gading Pluit, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025).

Ikhwan: Pengobatan Stadium Awal Harapan Kesembuhan Tinggi

Ikhwan menuturkan perkembangan kanker bisa terjadi dengan cepat apabila tidak ditangani secara medis. 

“Mungkin bisa 1,5 tahun, bahkan 3 bulan saja sudah menyebar cepat kalau tidak diobati dengan benar,” ungkapnya.

Padahal, pengobatan sejak stadium awal bisa memberikan harapan kesembuhan yang sangat tinggi. 

“Begitu dia diketahui kankernya di stadium awal belum menyebar, dioperasi dulu kemudian dikemoterapi kemudian diradiasi atau mungkin perlu terapi hormon atau terapi target, nah itu angka kesembuhan jadi lebih tinggi,” jelasnya.

Ketakutan yang Justru Menghambat Pengobatan

Menurut Ikhwan ketakutan pasien bukan hanya terhadap penyakit, tetapi terhadap pengobatan itu sendiri. 

“Karena memang ketakutan terhadap pengobatan itu justru melebihi ketakutan dari penyakitnya sendiri,” ujar Ikhwan.

Ikhwan menjelaskan, banyak pasien takut menjalani kemoterapi dan operasi karena mendengar cerita-cerita negatif dari lingkungan sekitar. 

“Nanti kalo di kemo bisa amit-amit ya, bisa mati dan sebagainya,” tambahnya.

Khususnya bagi perempuan, ketakutan untuk dioperasi juga sering menjadi penghalang besar. 

Tergiur Iming-iming Pengobatan Alternatif 

Di tengah ketakutan terhadap kemoterapi dan operasi, muncul banyak tawaran pengobatan alternatif yang menjanjikan hasil tanpa rasa sakit atau efek samping berat.

“Tentu dengan iming-iming tidak menimbulkan efek samping yang berat, tidak mual muntah yang hebat, tidak menyakitkan dan sebagainya. Orang tentu akan mengambil yang seperti itu, namun itu sebenarnya kan semu,” tegasnya.

Ikhwan juga menekankan, meski banyak testimoni positif, pengobatan alternatif tidak bisa menggantikan terapi medis. 

Pengobatan Medis Sudah Teruji dan Terukur

Ikhwan menegaskan, pengobatan medis adalah satu-satunya cara yang terbukti aman dan efektif. 

“Kalau mau mengobati kanker ya obati secara medis, kenapa? Karena medis tuh udah terstandar, terukur, dan sudah melalui uji klinik yang panjang sehingga obatnya itu asli obat yang benar,” ujarnya.

Ikhwan juga menambahkan, setiap obat yang diberikan dokter sudah sesuai dengan panduan pengobatan.

“Dokter ngasih obat A udah pasti obatnya memang udah sesuai panduan pengobatan,” tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya