Liputan6.com, Jakarta Tokoh adat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten langsung beri pesan tegas. Mengecam pelaku kejahatan yang membegal salah satu warga Baduy ketika berjualan madu di Jakarta.
"Kita mengecam pelaku kejahatan yang menimpa warga itu dan supremasi hukum harus ditegakkan," kata Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Kamis (6/11/2025).
Advertisement
Korban adalah warga Baduy bernama Repan (17). Pelaku diduga empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor. Mereka melukai tangan kiri korban serta uang Rp 3 juta, satu unit handphone dan 10 botol madu raib.
Peristiwa yang dialami korban saat sedang berjualan madu dan aksesori khas adat Badui di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (26/10).
Tokoh adat pelaku kejahatan atau pembegalan terhadap warga Baduy Dalam menyerahkan diri ke aparat kepolisian setempat. Para tokoh adat Badui pun kini berdoa agar pelaku kejahatan terhadap warganya segera ditangkap aparat kepolisian untuk diproses secara hukum.
"Kita berharap pelaku kejahatan itu menyerahkan diri ke kepolisian," ucapnya.
Jalan Kaki 3 Hari Demi Jual Madu
Medi menceritakan, Repan, menjual madu ke Jakarta itu berjalan kaki selama tiga hari, karena dilarang adat jika menggunakan angkutan kendaraan. Dia tidak menyangka warganya itu menjadi korban pembegalan dan kejahatan, padahal sudah beberapa bulan berjualan relatif aman.
"Kami baru kali pertama warga Badui menjadi korban kejahatan, sehingga tokoh adat mendesak kepolisian segera menangkap pelakunya," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki mengatakan, Polisi kini memburu keempat pelaku kejahatan dan perampasan terhadap Repan warga Badui Kabupaten Lebak.
"Kami berharap pelaku kejahatan itu bisa tertangkap," katanya.