Hadapi Dinamika Pasar Modal 2026, OJK Terapkan Pengawasan Adaptif dan Kolaboratif

OJK menekankan pentingnya sinergi antara regulator, industri, dan analis untuk mendorong tata kelola pasar modal yang lebih kuat serta memperluas basis investor.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 06 November 2025, 16:30 WIB
Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, Edi Broto Suwarno dalam seminar nasional bertajuk “Market Outlook 2026: Navigating 2026 Trust, Stability and Financial Resilience” di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 6 November 2025. (Liputan6.com/Gagas)

Liputan6.com, Jakarta - Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Market Outlook 2026: Navigating 2026 Trust, Stability and Financial Resilience” di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 6 November 2025.

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, Edi Broto Suwarno, yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan urgensi memperkuat fondasi pasar modal menghadapi perubahan tahun depan. Ia melihat 2026 sebagai momentum pemulihan sekaligus konsolidasi setelah berbagai tekanan global.

“OJK berkomitmen memperkuat kepercayaan investor dan stabilitas kelembagaan di sektor pasar modal melalui pengawasan yang adaptif dan kolaboratif. Prinsip trust dan resilience akan menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berubah,” ujar Edi, Kamis (6/11/2025).

Ia juga menambahkan pentingnya sinergi antara regulator, industri, dan analis untuk mendorong tata kelola yang lebih kuat serta memperluas basis investor. Literasi keuangan disebut sebagai elemen yang perlu ditingkatkan agar partisipasi publik terus berkembang.

 

Navigating 2026

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ketua Umum PAEI, David Sutyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum untuk membaca arah pasar modal tahun depan.

“Melalui tema Navigating 2026, kami ingin menegaskan pentingnya kepercayaan, stabilitas, dan resiliensi finansial sebagai nilai utama untuk membangun pasar modal yang tangguh dan berdaya saing,” ungkapnya.

Selain sesi utama, seminar ini juga diisi dengan diskusi panel bersama pembicara dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri yang membahas prospek ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, serta peluang investasi di 2026.

Pada kesempatan yang sama, PAEI juga mengumumkan pemenang CSA Research Competition yang diikuti peserta dari lembaga keuangan, instansi pemerintah, dan sejumlah kampus besar.

 

Acara Tahunan PAEI

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian tahunan PAEI, yang puncaknya akan ditutup dengan penyelenggaraan CSA Awards 2025 pada 27 November mendatang.

Melalui berbagai program tersebut, PAEI berharap peran analis dapat semakin memperkuat objektivitas dan integritas dalam pengembangan pasar modal nasional.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya