Hansi Flick Tegaskan Barcelona Tak Akan Ubah Filosofi Permainan Ofensif: Ini DNA Kami

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menegaskan tak akan mengubah gaya bermain timnya meski kembali mendapat sorotan usai hasil imbang 3-3 melawan Club Brugge di Liga Champions, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 06 November 2025, 09:58 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, bertepuk tangan saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Elche di Barcelona, Spanyol, Senin, 3 November 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menegaskan tak akan mengubah gaya bermain timnya meski kembali mendapat sorotan usai hasil imbang 3-3 melawan Club Brugge di Liga Champions, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB. Bagi Flick, filosofi menyerang adalah jantung permainan Barcelona, dan meninggalkannya bukanlah pilihan.

Bermain di Stadion Jan Breydel, Barcelona tiga kali tertinggal dan tiga kali pula menyamakan kedudukan. Namun, semua gol Brugge lahir dari kelemahan di lini belakang Blaugrana yang terlalu tinggi menekan.

Hasil ini memperpanjang catatan tanpa clean sheet Barcelona menjadi sembilan laga beruntun, rekor terburuk mereka sejak 2013.


Reaksi Hansi Flick

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, bereaksi dalam laga persahabatan antara Barcelona dan FC Seoul di Stadion Piala Dunia Seoul, Seoul, Korea Selatan, Kamis, 31 Juli 2025. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Meski begitu, Flick menolak kritik yang menyarankan agar timnya bermain lebih pragmatis. Ia menilai solusi bukan dengan mundur dan bermain aman, melainkan dengan meningkatkan intensitas serta kerja keras para pemain.

“Kami bisa saja bermain dengan blok rendah dan bertahan di sepertiga area sendiri,” ujar Flick dalam konferensi pers usai laga.

“Tapi itu bukan jalan kami. Kami ingin tetap setia pada filosofi kami. Tanpa intensitas, tidak ada peluang untuk menang di Liga Champions. Semua tim kini bisa bermain cepat, dan Brugge melakukannya dengan sangat baik.”


Penjelasan Flick

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara kepada Ferran Torres saat laga Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Kamis (2/10/2025) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP) AFP

Pelatih asal Jerman itu juga menilai masalah utama Barcelona bukan pada sistem permainan, melainkan kurangnya tekanan di lini tengah yang membuat pertahanan mudah ditembus.

“Kami kalah dalam duel dan tidak cukup menekan bola. Itu membuat lini belakang kesulitan menghadapi pemain cepat mereka,” lanjutnya.

“Kami akan menganalisis semuanya dan membicarakannya dengan para pemain.”


Keyakinan Flick

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara kepada para pemainnya dalam laga La Liga antara Levante dan Barcelona di Valencia, Spanyol, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Alberto Saiz)

Ketika ditanya apakah ia mempertimbangkan perubahan taktik minor, Flick menjawab tegas: tidak. Ia menilai, dengan kembalinya beberapa pemain kunci dari cedera, performa Barcelona akan meningkat.

“Saya sudah menjawabnya. Kami tidak akan mengubah cara bermain. Kami adalah Barça, dan kami ingin tetap aktif, dengan dan tanpa bola. Saat ini, memang ada momen di mana intensitas itu hilang, tapi ini bukan soal filosofi,” tegas Flick.

“Kami tahu ini bukan periode terbaik, tapi saya tetap positif. Setelah jeda, ketika Raphinha, Pedri, dan Joan García kembali, serta Dani Olmo dan Lewandowski mencapai level terbaiknya, saya yakin kami bisa tampil lebih baik.”

Hasil imbang di Brugge membuat Barcelona kini menempati posisi ke-11 klasemen sementara fase liga Liga Champions dengan tujuh poin dari empat pertandingan.

Sumber: ESPN


Klasemen League Phase Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya